Apakah CSS ? Bagian I – Mengenal CSS

Website sederhana biasanya dituliskan dalam bahasa HTML (Hyper Text Markup Language). Sebuah bahasa yang dipergunakan secara luas untuk membuat website dengan cara menuliskan perintah-perintah dalam bentuk Tag (ditandai dengan kurung siku “<” dan ditutup dengan “>” ). Untuk itu, Anda dapat mempelajari secara lengkap dengan mengikuti tutorial yang telah saya tuliskan di sini.

Seiring dengan perkembangan teknologi, HTML mengalami perubahan dari waktu ke waktu. HTML yang dahulu dikembangkan oleh Tim Berners-Lee sekarang sudah memasuki versi 5. Tentu saja seiring dengan perkembangan tersebut, ada bagian-bagian yang diperluas, dan ada pula bagian yang dihilangkan mengingat kegunaannya sudah dapat digantikan oleh fungsi-fungsi baru. Menguasai HTML sangatlah dianjurkan bagi mereka yang ingin berkecimpung dalam dunia Web Desain.

Seiring dengan perkembangan teknologi HTML tersebut, berkembang pula sistem penulisan “style” yang dinamakan CSS (Cascading Style Sheets). CSS versi pertama mulai diperkenalkan pada Desember 1996. Sesuai dengan namanya Cascade Style Sheet, ditujukan sebagai tempat menuliskan Style yang dipergunakan dalam halaman-halaman web.

Banyak hal dapat disiapkan dalam CSS misalnya untuk menentukan warna, jenis huruf, tata letak, dan berbagai aspek tampilan dokumen. Dengan demikian, CSS terutama digunakan untuk memisahkan antara isi dokumen (yang ditulis dengan HTML atau bahasa markup lainnya) dengan presentasi dokumen (yang ditulis dengan CSS).

CSS 1

CSS pertama yang direkomendasikan oleh W3C ini dipublikasikan pada Desember 1996. CSS level 1 memiliki kemampuan sebagai berikut :

  • Mengatur Font properties seperti jenis font dan aksentuasinya
  • Mengatur Warna text, warna background, dan elemen-elemen lainnya
  • Atribut Text seperti spasi antar kata, antar huruf, dan spasi antar baris
  • Perataan pada text, image, tabel dan elemen-elemen lainnya
  • Margin, border, padding, dan positioning pada kebanyakan elemen
  • Identifikasi yang unik dan klasifikasi umum pada kelompok atribut

CSS 2

CSS level 2 dikembangkan oleh W3C dan dipublikasikan pada Mei 1998. CSS2 meliputi sejumlah kemampuan baru seperti penempatan elemen secara absolut, relatif, dan tetap, konsep berbagai jenis media, mendukung aural style sheets (penggunaan suara) dan bidirectional text (penulisan kanan ke kiri / Arabic), dan ditambah dengan font properti baru yakni drop shadow.

Apa yang bisa dilakukan dengan CSS ?

CSS adalah sebuah bahasa style yang dipergunakan untuk mengatur layout halaman HTML. Contohnya untuk mengatur jenis font, warna, margin, garis, tinggi, lebar, gambar background, posisi, dan berbagai hal lainnya.

HTML dapat dipergunakan untuk membuat layout pada halaman website. CSS dapat dipergunakan untuk layout halaman website dengan option yang lebih banyak dan lebih beragam, lebih akurat dan lebih canggih. CSS juga didukung oleh semua internet browser yang ada saat ini.

Segera setelah Anda mengetahui kegunaan dan cara menggunakan CSS, maka Anda dapat menambahkan tampilan baru pada website yang Anda miliki.

Mengapa harus ada CSS dan HTML ?

HTML dipergunakan untuk menyusun struktur halaman HTML. CSS dipergunakan untuk mengatur format pada struktur halaman HTML tersebut. Mungkin pada tahap awal hal ini cukup membingungkan, namun bisa kita analogikan dengan membangun sebuah bangunan. HTML dipakai untuk menyusun bangunan tersebut terdiri dari berapa lantai, masing-msing lantai terdiri dari berapa ruang, dan ruang-ruang tersebut memiliki berapa pintu. CSS dapat dipergunakan untuk mengatur style dari masing-masing lantai, contohnya jenis bahannya, warnanya, ketebalannya, dsb. Demikian halnya style dari masing-masing ruang dan style dari masing-masing pintu.

Pada prakteknya, sebuah struktur halaman HTML akan tersusun atas Tag-tag HTML, sebagai contoh pada halaman HTML akan terdapat Tag <h1> untuk Heading, Tag <p> untuk Paragraf, Tag <a> untuk Anchor, dsb. Pada struktur halaman tersebut, diperlukan perintah lain untuk mengatur jenis font, warna, ukuran text, dsb, yang kemudian dapat diatasi dengan penggunaan Tag <font>. Hal ini diprakarsai oleh Netscape dan Microsoft, yang sebetulnya berupa tambahan terhadap Tag HTML standar yang berlaku pada saat itu.

Demikian halnya dengan Tag < table > yang secara luas dipergunakan (baca: disalahgunakan) untuk mengatur layout halaman website, mengingat pada saat itu tidak ada cara yang lebih mudah untuk mengatur layout halaman selain dengan memanfaatkan Tag < table >

CSS dibuat untuk menyediakan berbagai kebutuhan bagi web desainer, dengan berbagai kemungkinan layout halaman yang canggih yang sekaligus didukung oleh semua internet browser. Kehadiran CSS bagi web desainer juga dapat memudahkan pengaturan dengan memisahkan struktur halaman HTML dari style-nya. Dengan demikian, akan memudahkan maintenance / perawatan website tersebut.

Apa keuntungan penggunaan CSS ?

Keuntungan penggunaan CSS adalah sebagai berikut :

  • Dapat mengatur layout banyak halaman sekaligus dengan satu dokumen stylesheet.
  • Dapat mengatur layout halaman dengan lebih presisi.
  • Dapat mengaplikasikan layout yag berbeda pada jenis media yang berbeda (screen, print, dll.).
  • Tersedia dengan banyak teknik yang canggih.
  • Menghemat Bandwidth, karena stylesheet akan selalu disimpan pada cache browser dan dipergunakan secara berulang.

Bagaimana cara menuliskan CSS ?

Ada beberapa cara untuk menuliskan style pada sebuah halaman HTML:

1. Inline style

Inline styles digunakan bila ingin mengatur format pada satu bagian dokumen HTML saja. Inline styles diletakkan pada bagian yang ingin diatur tampilan tulisannya. Dalam hal ini style dituliskan sebagai atribut dari sebuah Tag. Penggunaan inline style Pada sebuah Tag <H1> ditambahkan style untuk menggunakan jenis font Arial. Tag <H1> yang biasanya ditulis
<h1> … </h1>
dapat ditambahkan dengan atribut style berikut jenis properti style yang ingin digunakan. Sehingga sekarang dituliskan sebagai berikut :
<h1 style=””> … </h1>
Ditambahkan properti style, yakni font-family, berikut nilainya, yakni Arial menjadi sebagai berikut :
<h1 style=”font-family:Arial;”> … </h1>
Contoh :

<h1 style=”font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;”> Tulisan dengan font Arial </h1>

Akan ditampilkan sebagai berikut :

Tulisan dengan font Arial

Jika ingin ditambahkan properti lain pada style tersebut, dapat dituliskan dengan menggunakan separator berupa tanda titik-koma ( ; ) Contoh :

<h1 style=”font-family:Arial, Helvetica, sans-serif; color:Green;”> Tulisan Arial berwarna Hijau </h1>

Akan ditampilkan sebagai berikut :

Tulisan Arial berwarna Hijau

2. Internal Style Sheet

Internal style sheet digunakan di dalam satu dokumen HTML dan hanya satu dokumen HTML itu saja yang menggunakan style tersebut.

Perbedaan Internal Style Sheet dengan Inline Style adalah pada penempatannya. Internal Style Sheet ditempatkan pada bagian Head, di antara Tag <head> dan </head>. Semua bagian body dapat diatur tampilannya melalui Style Sheet ini. Di sini kita mendeklarasikan Style yang dipergunakan di dalam Tag <body> sehingga pada saat bagian body ditampilkan, Style-nya akan mengacu pada Style yang sudah dideklarasikan tersebut. Contohnya, sebuah halaman HTML berisi content sebagai berikut :

<h1> TULISAN JUDUL </h1>
<a href=”http://www.kursusprivat.com”&gt; LINK </a>
<p> Tulisan berupa paragraf </p>

Untuk mengatur style pada halaman tersebut kita dapat menuliskan stylesheet di antara Tag <head> … </head> . Misalnya sebagai berikut :

<style type=”text/css”>
h1 { color:blue; background-color:lightblue; }
p { color:green; margin-left:20px; margin-right:20px; background-color:lightgreen; }
a { color:red; background-color:yellow; }
</style>

3. External Style Sheet

External style sheet digunakan untuk membuat format style pada beberapa dokumen HTML sekaligus, dan hanya satu dokumen stylesheet yang disimpan dalam format file .css

Keuntungannya tentu saja lebih praktis jika kita menuliskan satu style yang akan dipergunakan secara seragam pada halaman-halaman HTML yang lain. Kenyataannya, pada sebuah website selalu menggunakan style yang seragam. Dengan menuliskan stylesheet pada satu file tersendiri, maka apabila di kemudian hari kita ingin mengubah style, cukup file stylesheet-nya saja yang kita ubah.

Penggunaan External Stylesheet pada halaman HTML ditandai dengan link ke file Stylesheet. Link terhadap file .css external tersebut dituliskan pada bagian Tag sebagai berikut :

<head>

<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”namafile.css”>
</head>

Contoh penggunaan dari ketiga jenis style sheet tersebut dapat dilihat pada link di bawah ini : Membuat Website Itu Mudah (Bagian VI – Font Style)

Demikian, mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s