Teknik Membuat Sinopsis

Sinopsis adalah ringkasan cerita. Fungsinya adalah untuk memberi gambaran kepada pembaca mengenai tulisan atau isi sebuah buku. Sinopsis untuk editor dan sinopsis untuk pembaca akhir pada dasarnya sama. Atau dengan kata lain, sinopsis adalah garis-garis besar gagasan pokok suatu karangan. Lalu Bagaimana Cara Membuat Sinopsis?

Apa aja yang harus kita ingat waktu membuat sinopsis? Dalam membuat Sinopsis, baik untuk sinopsis cerita pendek ataupun sinopsis novel, perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya:

1. Singkat
Ingat, sinopis bertujuan agar pembaca bisa mendapat gambaran ceritamu dengan cepat. Kalau sinopsisnya aja udah panjang, wuih, udah keburu capek duluan bacanya. Ukuran singkat ini adalah tidak lebih dari satu halaman (tidak lebih dari 300 kata).

2. Menarik
Jangan bertele-tele, langsung ke tujuan, dan tonjolkan keunggulan cerita. Entah itu misterinya, entah itu keromantisannya atau temanya yang beda. Ini berhubungan dengan penguasaan kosakata masing-masing

Cuma dua?

Iya, cuma dua kok intinya. Tetapi bagaimana bentuknya. Nah ini yang perlu kita gali. Pasti pernah memperhatikan beberapa sinopsis pada back cover sebuah buku, kan?

Ada beberapa macam bentuk dan gaya dalam menulis Sinopsis. Bentuk-bentuk sinopsis diantaranya:

a. Memberi gambaran cerita
Tito berdarah Cina. Ia tampan. Ia sukses. Ia mencari cinta. Aida datang dari Cibinong. Kulitnya sewarna tembaga. Ia sintal. Ia cantik. Ia berani. Meski ia hanya pembantu. Di rumah Tito.

Sinopsis model begini memasang strategi “menarik” tadi dengan memberikan gambaran cerita (biasanya kalau model seperti ini nge-pop banget isinya). Sebuah sinopsis yang menggambarkan jalan cerita, tokoh, dengan segala latar belakangnya. Masalahnya jelas, kisah cinta yang mungkin akan terjalin di antara keduanya dengan hambatan: perbedaan status dan suku.

b. Menyuguhkan rasa penasaran
”Apakah Tito akan menemukan cinta itu di diri Aida?” atau ”Apakah Aida punya cukup keberanian melawan perbedaan status?”

Nah, biasanya akan muncul pertanyaan pada sinopsis. Ini menunjukkan bahwa sinopsis menawarkan sesuatu yang mengajak calon pembeli.

c. Kutipan salah satu kalimat di dalam buku

“Hei! Kenapa menggantungkan itu?”

“Biar hujan nggak turun.”

“Memangnya kenapa kalau turun?”

“Aku akan keburu mati sebelum aku bunuh diri.”

“Kamu mau bunuh diri?”

“Ya, asal nggak hujan.”

“…”

Ini contoh sinopsis novel “Dan Hujan pun Berhenti” (Farida Susanty)

Bukankah model sinopsis begini seolah menawarkan calon pembeli untuk segera melahap dan merampungkan cerita bukan?🙂

d. Memberikan Jaminan

”Dijamin deh novel ini bakal bikin kamu ngakak nggak habis-habis.”

”Nggak rugi kamu baca novel ini, selain ceritanya ’elo banget’, banyak juga tips-tips yang penting buat kamu.”

Nah, ini juga mensugesti calon pembaca

Kamu bisa berlatih menulis sinopsis dengan banyak membaca sinopsis di internet atau di sampul belakang buku. Baca deh sinopsis sebanyak-banyaknya. Tanyakan pada dirimu, apakah sinopsis ini menarik diri kamu sendiri untuk membaca bukunya? Kalau iya, kenapa? cari tahu bagian mana yang membuatmu tertarik. Kalau tidak membuat tertarik, kenapa? Pelajari supaya menjadi acuan untuk menghindari membuat sinopsis yang tidak menarik.

Selain itu, kamu juga bisa mulai menulis sinopsis cerita yang kamu baca. Kalau kamu bikin review novel atau cerpen, jangan lupa sertakan sedikit sinopsis di sana. Biar makin lancar dalam membuat sebuah sinopsis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s