Fadilah Membaca Surat Al Waqi’ah, Surat Yasin, Ar Rahman, Al Mulk, dan Al Kahfi

Fadilah Membaca Surat Al Waqi’ah
Surat Al Waqi’ah dalam Al Qr’an terletak pada juz ke 27, surat ke 56 dan terdiri dari 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat makkiyah, diturunkan sesudah suraat Thaa Haa. Dinamai “Al-Waqiah”(hari kiamat), diambil dari perkataan “Al Waqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya surat ini yaitu:
– keimanan
– gambaran peristiwa kiamat
– gambaran tentang surga dan neraka

Surat Al Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin. Beberapa fadilah surat Al Waqi’ah antara lain:

1. Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

2. Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

4 Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

5. Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117).

6. Ibn Mardawaih daripada Anas: Kasyf al-Khafa, bahwa Rasulullah saw bersabda “Surah al-Waqiah adalah surah kekayaan. Hendaklah kamu membacanya dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kamu.”

7. Riwayat daripada Ibn Mas‘ud: al-Azkar, al-Jami al-Soghir, bahwa Rasulullah saw bersabda “Sesiapa yang membaca surah al-Waqiah pada setiap malam ia tidak akan ditimpa kefakiran.”

8. “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)

9. Berkata Masruq: “Siapa ingin mengetahui cerita orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian, serta cerita ahli surga dan ahli neraka, penduduk dunia dan akhirat, maka bacalah surat Al-Waqi’ah”. (Tafsir Jamal, Juz IV halaman 269)

10.Dengan mewiridkan surat Al-Waqi’ah sebagai bacaan rutin setiap hari dan malam, maka Allah menjauhkan kefakiran selamanya. Sa’d Al Mufti mengatakan, bahwa hadist ini shahih.

11. Abdullah bin Mas’ud saat sakit menjelang wafat, ditanya oleh Utsman bin Affan, “Apa yang engkau keluhkan?” Jawab Ibnu Mas’ud, “Dosa-dosaku.” Tanya Utsman, “Apa yang engkau inginkan?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Rahmat Rabb-ku.” Utsman lalu menawarkan harta benda. Namun Ibnu Mas’ud mengatakan ia tak memerlukannya. “Bukankah pemberian itu akan berguna bagi keturunanmu jika engkau wafat?” kata Utsman. Ibnu Mas’ud menjawab, “Apakah engkau khawatir anak-anak wanitaku menjadi fakir? Aku telah mengajarkan mereka untuk membaca setiap malam surat Al-Waqi’ah. Dan aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya.” (HR. Ibnu Sunni).

Surat Al-Waqiah adalah suatu surat yang memberikan manfaat untuk memohon rejeki yang lancar dan barokah, untuk itu Nabi muhammad SAW menyatakan bahwa surat Al-Waqiah adalah surat kaya, Beberapa manfaat diantaranya ialah:
1. Abdullah bin Mas’ud saat sakit menjelang wafat, ditanya oleh Utsman bin Affan, “Apa yang engkau keluhkan?” Jawab Ibnu Mas’ud, “Dosa-dosaku.” Tanya Utsman, “Apa yang engkau inginkan?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Rahmat Rabb-ku.” Utsman lalu menawarkan harta benda. Namun Ibnu Mas’ud mengatakan ia tak memerlukannya. “Bukankah pemberian itu akan berguna bagi keturunanmu jika engkau wafat?” kata Utsman. Ibnu Mas’ud menjawab, “Apakah engkau khawatir anak-anak wanitaku menjadi fakir? Aku telah mengajarkan mereka untuk membaca setiap malam surat Al-Waqi’ah. Dan aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya.” (HR. Ibnu Sunni).

2. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia. Surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa), yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).

3. Menurut fatwa sebagian Ulama katanya: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya tanpa kesukaran dan mengalir terus dari berbagai penjuru serta membawa berkah pula.”

4. Bila di baca 14 kali setiap selesai sholat Ashar, maka orang yang membacanya itu akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah.

5. Supaya menjadi orang yang kaya senantiasa bersyukur, amalkan membaca surah ini sebanyak 3 kali selepas sholat subuh dan 3 kali selepas sholat Isya’. InsyaAllah tidak akan berlalu masa setahun itu melainkan ia akan dijadikan seorang yang hartawan lagi dermawan.

6. Amalan orang-orang sufi, supaya dilimpahkan rezeki. Hendaklah berpuasa selama seminggu bermula pada hari Jum’at (dengan tidak memakan yg bernyawa). Setiap selepas sholat fardhu bacalah Surah Al-Waqi’ah ini sebanyak 25 kali dimulai dari selepas subuh sehingga sampai pada malam Jum’at berikutnya; pada malam Jum’at berikutnya itu, selepas sholat Maghrib bacalah surah ini sebanyak 25 kali seperti biasanya, dan ketika selepas sholat Isya’ bacalah surah ini sebanyak 125 kali diikuti dengan sholawat atas Nabi sebanyak 1000 kali. Setelah selesai, hendaklah ia memperbanyakkan sedekah. Kemudian amalkanlah surah ini cukup sekali saja pada waktu pagi dan petang. Insya’Allah berhasil.

7. Menurut kitab TAYSIRUL ARZAQ :
Apabila anda memohon kepada Allah akan datangnya rezeki yang melimpah maka bacalah surah al-Waqiah sebanyak 41 kali , dan jangan berpindah tempat sampai selesai. Lakukanlah seseringnya. Maka rezeki Anda datangnya akan seperti hujan.

8. Didalam kitab “Al-Aufaq” karya imam Al-Ghazoli disebutkan:
“Barangsiapa usai solat Subuh,membaca Surah Al-Waqi’ah sekali, kemudian setelah itu membaca Asmaul Husna ” Ya Kariimu Ya Waduudu” sebanyak 1000x , dalam waktu setahun saja ia menjadi orang yang lebih kaya dibanding sebelum ia menggunakan amalan ini.”
Silahkan anda download Surat Al-Waqiah yang sudah ditulis dalam bahasa latin dengan berbagai pengulangan yang bermanfaat untuk kejayaan bisnis,usaha,karir,dan rejeki beserta doanya.

surat al waqi’ah adalah salah satu surat dalam al – qur’an yang memang terkenal kedahsyatan dan keberkahannya Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki yang luar biasa yang tidak bisa dijangkau dengan akal.Dan ketika dalam aktifitas sehari-hari baik dari kalangan Kantor, petani, pengusaha dan papapun usaha keseharian, ketika dibarengi dengan istiqamah membaca Surat Al-Waqi’ah dalam setia hari, maka insyaAllah akan merasakan kehebatan dan kedahsyatan dari Surat Al-Waqi’ah ini .
 
Dengan melihat posisi surat Al-Waqiah yang sedemikian besar khasiatnya untuk mendatangkan rejeki bagi kita, marilah mulai sekarang membacanya secara rutin setiap hari atau setiap malam. Karena memang surat itu penuh berkah dan mengundang kekayaan serta mengusir kemiskinan bagi siapa saja yang mau secara rutin membacanya.
 
Dalam beberapa riwayat, diungkapkan bahwa Rosulullah bersabda:
Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka kemiskinan tidak akan menimpa dirinya untuk selamanya
 
Surat Al-Waqi’ah adalah surat kekayaan, maka bacalah surat itu dan ajarkan kepada anak-anak kalian
Ajarkanlah istri kalian surat Al-Waqi’ah, karena sesungguhnya surat itu adalah surat kekayaan.
 
Diantara fadhilah-fadhilah membaca surat Al-Waqi’ah adalah:
  1. Jika dibaca setiap malam sebagai wirid, maka tidak akan tertimpa kemiskinan.
Rasulullah bersabda:
Man qara’a suratal-Waqi’ati kulla lailatil lam tusibhu faqah, wa suratul-Waqi’ati suratul-gina faqra’uha wa ‘allimuha aulada-kum.
Artinya:
“Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah tiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kemiskinan. Dan surat Al-Waqi’ah adalah surat kaya, maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kamu. “
2. Imam Ja’far ra. berkata: “Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah pada waktu pagi ketika keluar dari rumahnya untuk bekerja, atau untuk mencari kebutuhan. Maka Allah Ta’ala mempermudah rezekinya dan mendatangkan hajatnya. Dan barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah pada waktu pagi dan sore, maka ia tidak akan kelaparan atau kehausan, dan tidak akan takut terhadap orang yang akan memfitnah, sedangkan fitnahannya kembali pada orang itu “. (Khazinatul Asrar Kubra, hal. 360)
3. Disebutkan dalam Khawashul Qur’an, siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkan hajatnya, terutama urusan rezeki. Dan barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah sesudah sholat Ashar sebanyak 14 kali dalam satu majelis, maka didatangkan hajatnya, terutama urusan rezeki.Aturan tersebut adalah mujarab. Jika menginginkan datangnya rezeki dari Allah dengan tak terkira-kira datangnya, maka bbacalah surat Al-Waqi’ah selama 40 hari berturut-turut jangan terputus, dan setiap harinya dibaca 40 kali.
4. Dengan mewiridkan surat Al-Waqi’ah sebagai bacaan rutin setiap hari dan malam, maka Allah menjauhkan kefakiran selamanya. Sa’d Al Mufti mengatakan, bahwa hadist ini shahih.
Rasulullah bersabda:
Man qara’a suratal-Waqi’ati lam yaftaqir abada.
Artinya:
“Barangsiapa (membiasakan) membaca surat Al-Waqi’ah, maka ia tidak akan kefakiran selamanya.”
 
Kisah nyata yang ditulis oleh Muhammad Makhdlori dalam satu buku yang berjudul “Keajaiban Mambaca Al-Qur’an. Kisah jelasnya begini;
Ada seorang petani yang ditimpa kerugian besar hingga mengalami depresi akut yang kian hari tambah memenatkan otaknya. Sementara hasil panen yang ditunggu-tunggu malah diserang hama hingga dirinya seakan-akan tidak punya harapan untuk menutup hutangnya di Bank. Modal habis, tanaman kentangnya ludes hingga dirinya mengalami puncak kesialan. Rumah satu-satunya rupanya sudah diincar oleh bank karena jatah waktu penyetoran sudah beberapa bulan tidak dapat menutupnya. Dia bingung, mau mencari hutang malah menambah problem baru, tidak hutang dari pihak debt collector sudah memberikan batas waktu sekitar satu bulan lagi harus menyelesaikan tanggungannya. Padahal uang yang harus dibayar tidak sedikit.Disela-sela pikirannya pernah tersirat keinginan untuk bunuh diri, tetapi niat itu diurungkan karena walau bagaimana itu bukan solusi yang terbaik.
Hingga pada suatu hari, ia pergi pada salah seorang yang dipandang linuwih (orang pintar) didaerahnya. Ia mencoba untuk berkeluh kesah dari A sampai Z agar pada Pak Kiai yang bernama Mbah Nasir yang sekarang sudah almarhum memberikan pitutur sekedar wejangan penenang hati.
“Secara materi saya tidak bisa membantu, tetapi hanya bisa memberikan jalan keluar barangkali bisa menyelesaikan masalahmu. Inipun tergantung kemantapan dan keyakinanmu untuk melaksanakan. Karena jika kamu mantap dan benar-benar meminta bantuan pada Allah SWT, maka pasti akan ada jalan keluar meskipun dengan cara yang tidak terduga datangnya. “Jelas Sang Kiai.
Peripun Mbah (Gimana Mbah) apa yang bisa kuperbuat? “tanyanya masih belum mengerti.
“Bacalah Surat Al-Waqi’ah sebanyak-banyaknya setiap malam selama 40 hari jangan sampai bosan. Dan itu saja. “Ungkap sang Kiai.
Tidak ada cara lain kecuali dirinya mengikuti pesan atau anjuran dari sang Kiai yang baru saja dikunjungi olehnya. Maka dengan anjuran sang Kiai, setiap malam ia pun pasti berdzikir ayat-ayat Al-Qur’an tepatnya surat Al-Waqi’ah sebanyak-banyaknya dari habis isya ‘sampai menjelang Subuh, begitu seterusnya sampai pada hitungan waktu empat puluh hari.
Namun sejauh ia melaksanakan dzikir Surat Al-Waqi’ah, sejauh ini juga belum ada tanda-tanda pertolongan dari siapa pun yang ingin memberikan pertolongan. Karena itu, ia masih gundah dan gelisah, karena waktu yang sudah ditentukan oleh debt collector bank sudah lewat beberapa hari. Ia menduga kalau penagih bank sudah siap menyita rumahnya. Dan dia juga berpikir dimana ia akan bertempat tinggal kalau rumah satu-satunya benar-benar disita oleh pihak bank. Yang aneh, walau jangka waktu yang ditentukan oleh pihak bank sudah terlewati, namun tukang pecandu bank juga tak kunjung datang kerumahnya. “Apakah ini yang dimaksud pertolongan?.Gumamnya dalam hati.
Karena tidak betah, ia segera berkunjung ke bank maksudnya untuk menanyakan permasalahan tersebut kenapa rumahnya tidak disita dan kenapa pihak bank tidak datang kerumahnya. Tapi aneh sungguh aneh, ketika sampai di bank bahkan bagian kasir dengan tersenyum dan menawarkan pinjaman kepadanya dengan ramah. Dia pun sangat kaget mendengar apa yang disampaikan oleh kasir bank, dan tak mengeri merasakan hatinya sangat kaget.
“Loh! Bukannya rumah saya mau disita tapi kenapa ….? ungkapnya terputus.
“Bapak kemarin kan sudah melunasi hutangnya, dan sekarang jika bapak mau pinjam biar saya buatkan brosur peminjaman yang baru. Tawar sang kasir.
“Subhanallah ……. Maha Suci Engkau Ya Allah, sungguh Engkau telah memberikan pertolongan kepada hambanya yang mau bersungguh-sungguh memintanya.Alhamdulillah …. terima kasih ya Allah “. Seketika ia pun bersujud dilantai bank dan tidak peduli banyak orang yang melihatnya termasuk sang kasir yang ada didepannya pun tidak tau maksud apa yang ia kerjakan.
*************
Kisah nyata ini dialami oleh teman penulis, teman dari penulis adalah seorang guru di salah satu sekolah swasta, dan pada tahun 2009 kemarin dia menyelesaikan kuliahnya yaitu S-1. Teman tersebut terbilang yang pengahsilan ekonominya sangat kecil dan hanya mengandalkan perolehan yang didapat dari sekolahnya, itu pun tidak seberapa nilanya karena sekolah swasta. Karena dituntut kualifikasi maka dia disuruh kuliah oleh kepala sekolahnya, dia pun meng-iyakan apa yang dikatakan oleh kepala sekolah tersebut. Dia pun berpikir ” akan kuliah “ akan dapat biaya dari mana? Pikirnya. Sedang dia sudah berkeluarga dan punya dua anak serta masih punya angsuran sepeda motor dalam setiap bulannya. Akhirnya dia pun dengan ucapBismillah mulai daftar dan masuk kuliah.
Pada tahun 2009 kemarin dia Wisuda S-1. sesekali saya bertanta pada dia, “Gimana kuliahnya, katanya sudah Wisuda?. Tanya saya. Alahamdulillah sudah selesai. Kata dia.
Saya pun bertanya; biaya kuliahnya siapa yang bantu?
Alhamdulillah berkat Surat Al-Waqi’ah saya dapat menyelesaikan biaya kuliah, bahkan angsuran sepeda motor juga lunas serta untuk kebutuhan keluarga pun tercukupi. Katanya dia.
Nah, singkat cerita kata dia bahwa selama dia kuliah selalu mengamalkan dzikir Al-Qur’an Surat Al-Waqi’ah setiap pagi dan sore sebanyak 11 kali. Itu pun dilakukan selama dia kuliah, bahkan sambil berangkat kuliah dari rumahnya sampai sampai dikampus tidak henti-hentinya menbaca Surat Al-Waqi’ah tersebut, begitu juga dilakukan ketika dia pulang dari perkuliahan.
Begitulah kiranya kedahsyatan Surat Al-Waqi’ah yang memunculkan aura keberuntungan bagi siapa saja yang mau mengamalkan dan mendzikirkan surat ini.

FADILAH SURAT AL MULK

Ada satu surat di dalam alqur’an yang dapat memasukan kita kedalam surga.surat itu adalah al-mulk (kerajaan) adapun jumlah keseluruhannya 30 ayat dan disebut surat makkiyah.
Nabi saw.bersabda:
hiyal maani’atu hiyal munjiyatu tunjii min ‘adzaabil qabri,ya’nii tabaaraka.
yang artinya: ”Dialah yang menghalangi (sebagai penghalang)dan dialah sebagai penyelamat,yang menyelamat kan dari siksa kubur,adalah tabaarak”  (HR.Tirmidzi dan ibnu abbas)
diantara keampuhan dan fadillah surat al-mulk/Tabaarak adalah:
1.dapat memasukan pembacanya ke dalam surga.
2.dapat menolak fitnah
3.orang yang membaca al-mulk seperti orang yang menemui lailatul qadar
4.dapat memberi syafaat dan melebur dosa pembacanya
5.dikabulkan hajat nya
6.dapat menolong orang yang ada di dalam kubur.

Fadilah Membaca Surat Yasin
Rasulullah Saw telah bersabda, “Bacalah Surat Yassin karena ia mengandungi keberkatan”, yaitu:
Apabila orang lapar membaca Surat Yassin, ia menjadi kenyang.
1. Jika orang tidak mempunyai pakaian akan mendapat pakaian.
2. Jika orang belum menikah, segera mendapat jodoh.
3. Jika dalam ketakutan akan hilang perasaan takut.
4. Jika terpenjara akan dibebaskan.
5. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
6. Jika tersesat, sampai ke tempat yang ditujuinya.
7. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
8. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
9. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.

Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al- Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surat Yassin, niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
Sabda Rasulullah s.a.w, “Apabila datang ajal orang yang suka membaca surat Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya”.

Malaikat Maut tidak mau memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang Malaikat Ridwan dari syurga membawa minuman untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.

Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: “Barang siapa sembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surat Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik.

Fadilah Surat Yasin
 
Rasulullah Saw telah bersabda, “Bacalah Surat Yassin karena ia mengandungi keberkatan”, yaitu:
  1. Apabila orang lapar membaca Surat Yassin, ia menjadi kenyang.
  2. Jika orang tidak mempunyai pakaian akan mendapat pakaian.
  3. Jika orang belum menikah, segera mendapat jodoh.
  4. Jika dalam ketakutan akan hilang perasaan takut.
  5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
  6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
  7. Jika tersesat, sampai ke tempat yang ditujuinya.
  8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
  9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
  10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.
  11. Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al- Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surat Yassin, niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
  12. Sabda Rasulullah s.a.w, “Apabila datang ajal orang yang suka membaca surat Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya”.
  13. Malaikat Maut tidak mau memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang Malaikat Ridwan dari syurga membawa minuman untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.
  14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: “Barang siapa sembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surat Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik

Fadilah Surat Ar Rahman
1. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).

2. Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya.

Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Fadilah Surat Al Mulk

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Satu surat dalam al-Qur’an (yang terdiri dari) tiga puluh ayat (pada hari kiamat) akan memberi syafa’at (dengan izin Allah Ta’ala) bagi orang yang selalu membacanya (dengan merenungkan artinya) sehingga Allah mengampuni (dosa-dosa)nya, (yaitu surat al-Mulk): “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Dalam riwayat lain: “…sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga” (HR Abu Dawud (no. 1400), at-Tirmidzi (no. 2891), Ibnu Majah (no. 3786), Ahmad (2/299) dan al-Hakim (no. 2075 dan 3838), dinyatakan shahih oleh imam al-Hakim dan disepakati oleh imam adz-Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani.)
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca surat ini secara kontinyu, karena ini merupakan sebab untuk mendapatkan syafa’at dengan izin Allah Ta’ala.

Hadits ini semakna dengan hadits lain dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu surat dalam al-Qur’an yang hanya (terdiri dari) tiga puluh ayat akan membela orang yang selalu membacanya (di hadapan Allah Ta’ala) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga, yaitu surat: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan” ( HR ath-Thabarani dalam “al-Mu’jamul ausath” (no. 3654) dan “al-Mu’jamush shagiir” (no. 490), dinyatakan shahih oleh al-Haitsami dan Ibnu hajar (dinukil dalam kitab “Faidhul Qadiir” 4/115) dan dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani dalam “Shahiihul jaami’ish shagiir” (no. 3644).)

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
– Keutamaan dalam hadits ini diperuntukkan bagi orang yang selalu membaca surat al-Mulk dengan secara kontinyu disertai dengan merenungkan kandungannya dan menghayati artinya.
– Surat ini termasuk surat-surat al-Qur’an yang biasa dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur di malam hari, karena agungnya kandungan maknanya (HR at-Tirmidzi (no. 2892) dan Ahmad (3/340), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dalam “ash-Shahiihah” (no. 585).)
– Sebagian dari ulama ahli tafsir menamakan surat ini dengan penjaga/pelindung dan penyelamat (dari azab kubur) (Lihat kitab “Tafsir al-Qurthubi” (18/205).), akan tetapi penamaan ini disebutkan dalam hadits yang lemah (Lihat kitab “Dha’iifut targiibi wat tarhiib” (no. 887).)
– Al-Qur’an akan memberikan syafa’at (dengan izin Allah) bagi orang yang membacanya (dengan menghayati artinya) dan mengamalkan isinya (Lihat kitab “Bahjatun naazhiriin” (2/240).), sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya bacaan al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi orang-orang yang membacanya (sewaktu di dunia)” (HSR Muslim (no. 804).)

Fadilah Surat Al Kahfi

Beberapa fadilah atau keutamaan membaca surat Al Kahfi antara lain:
“Barang siapa yang berada di zaman dajal hendaknya membaca ayat-ayat pertama di surat al-Kahfi.” (HR Muslim).
Hanya sedikit sekali manusia yang selamat dari fitnah dajal. Baik ketika masa datangnya dajal maupun saat ini menjelang masa datangnya dajal.
Karena itu, menjadi sangat penting untuk menjaga diri dari berbagai bentuk tipu daya dan penyesatan yang dilakukan para pejuang kesesatan. Mereka sedang mempersiapkan kehadiran dan panggung sang dajal akhir zaman.

Di antara keutamaan surah al-Kahfi adalah menjaga diri dari fitnah dajal. Keterangan ini telah disampaikan Rasulullah dalam beberapa hadis sahih.

Imam Muslim memberikan bab khusus tentang surah ini. Beliau menamakan salah satu babnya dengan bab keutamaan surah al-Kahfi dan ayat Kursi. “Barang siapa yang hafal sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi, akan dijaga dari dajal.” (HR Muslim).

Ada juga riwayat lain yang menjelaskan, akan terjaga dari fitnah dajal. Imam Muslim meriwayatkan di dalam riwayat lain dengan lafaz, “Di ayat terakhir surah al-Kahfi.” Imam al-Nasa’i meriwayatkan dengan lafaz, “Barang siapa membaca sepuluh ayat surah al-Kahfi.”

Imam al-Nasa’i meriwayatkannya dari Tsauban, dari Rasululllah, “Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir surah al-Kahfi maka hal tersebut akan menjaganya dari dajal.” (HR Muslim).

Riwayat-riwayat di atas tidak ada yang kontradiktif atau saling berbenturan. Barang siapa membaca surah al-Kahfi, baik di awal, akhir, atau bagian mana saja maka Allah akan menjaganya dari fitnah dajal.

Dan, di antara keutamaan surah al-Kahfi lainnya adalah Allah akan memberikan cahaya penerangan terhadap kalbunya.
Imam Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Umar, “Barang siapa membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat maka akan ada cahaya yang menyinari dari telapak kakinya hingga langit yang akan menyinarinya kelak pada hari kiamat. Dan, dosanya akan diampuni di antara dua Jumat.”

“Barang siapa yang membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan disinari dengan cahaya antara dia dengan Baitul ‘Atiq.” Al-Hasan bin Ali Radhiyallahu Anhuma selalu membacanya di setiap malam Jumat.

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal, “Rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Kahfi atau al-Baqarah tidak akan dimasuki oleh setan sepanjang malam itu.”

Para imam mengatakan, sunah membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat dan malamnya. Mereka juga mengatakan, dianjurkan untuk mengulang-ulangnya. Ibnu Qudamah di dalam kitab al-Mughni berkata, “Disunahkan membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat.” Wallahu a’lam bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s