Tak Ada yang Abadi dan Mesin Waktu

Aneh… tiba-tiba saya ingin mundur ke zaman dulu.. Bisa enggak ya.? Ah.. ini mustahil akan terwujud, dengan apa yang saya inginkan itu.

Saya sadar bahwa dalam kehidupan nyata, sebagai mahluk hidup akan selalu terikat oleh ruang dan waktu. Karena konsepnya memang demikian. Dan tidak ada satu mahlukpun yang dapat menawarnya, apalagi untuk mundur waktunya ke belakang. Gimana kalau waktunya maju ke depan. Seumpama, kehidupan saya distop sementara waktu dan dibangunkan kembali pada waktu tertentu di masa depan. Seperti gambaran dalam sebuah film fiksi ilmiah garapan Hollywod. Mahluk hidup dibekukan dengan nitrogrn cair dan kemudian “dihidupkan kembali” pada kurun waktu puluhan tahun kedepan. Ah… mustahil…, karena mahluk hidup selalu dilengkapi dengan ruh. Jadi dalam film-film itu masih ada konponen yang dilupakan dan tidak disertakan dalam alur ceritannya. Tapi,.. bagaimana dengan Laina Beasley yang disimpan di mati suri sebagai embrio bersel dua selama 13 tahun.

Setiap malam, sepertiga dari waktu sehari semalam bahkan setengahnya saya atau semua mahluk hidup selalu merasakan kantuk dan obatnya tidak lain hanya tidur. Dalam tidurnya, jasmani akan ditinggalkan oleh ruhnya, dan dalam proses tersebut waktu akan terus berjalan tanpa ada seorangpun yang dapat menghentikannya dan saya pemilik jasad saat tidur “dipindahkan” dari waktu malam ke waktu pagi. Dan inilah yang membuat saya “pindah waktu ke depan”. Tapi kemanakah perginya ruh saya saat itu? Yang jelas saya bisa “pindah” ke depan dengan proses tidur. Bagaimana jika saya pindah waktu mundur ke belakang. Menurutku, tidak mungkin.

Tapi…, eh… tiba-tiba saya terbawa angan dan fikiranku ke zaman dulu. Dan ruh saya seolah berada di zaman dulu yang seperti saya inginkan. Lantaran mendengar lantunan musik dari player iTunes di komputerku. Salah satu judul lagu yang dibawakan oleh Guruh Soekarnoputra di zamannya membuat saya “dapat memutar waktu” ke zamannya. Tapi jasmani saya masih “tertinggal” di zaman sekarang yang sedang saya jalani.

Diceritakan dalam kitab suci Al Qur’an kisah perjalanan waktu beberapa pemuda yang tertidur di sebuah gua dan kemudian terbangun beberapa ratus tahun kemudian. Dan itu, karena Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta dan seluruh isinya ini berkehendak.

Berdasarkan ulasan yang disampaikan seorang ulama bahwa manusia yang sedang tidur tak ubahnya seperti manusia yang telah wafat. Ruh dikeluarkan oleh malaikat dengan seizin Allah SWT dari jasad manusia tersebut dan dibawa ke suatu tempat di luar alam dhohir. Hal ini dibuktikan dengan keterangan ayat Al Qur’an surat Az Zumar ayat 42.

“Allaahu yatawaffaa l-anfusa hiina mawtihaa wallatii lam tamut fii manaamihaa fayumsikullatii qadaa ‘alayhaa lmawta wayursilu l-ukhraa ilaa ajalin musamman inna fii dzaalika laaayaatin liqawmin yatafakkaruun” – Az-Zumar 42.

“Allah SWT memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” — Az-Zumar 42.

Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa Allah SWT memegang jiwa orang-orang diwaktu tidurnya sebagaimana memegang jiwa-jiwa orang yang telah mati. Kemudian Dia melepaskan jiwa-jiwa orang yang tidur sampai waktu yang ditentukan (baca: sakarotul maut). Itulah rahasia mengapa kita bisa melihat ruh orang-orang dekat kita yang telah meninggal dunia dalam mimpi sewaktu kita tertidur. Karena pada hakikatnya malaikat telah membawa jasad kita untuk berwisata sebentar ke alam barzah menemui ruh orang-orang yang telah meninggal dengan izin Allah SWT.

Penampakan ruh orang yang telah meninggal, berbicara atau menasehatkan kebaikan kepada kita maka yakinilah penampakan tersebut adalah benar. Namun jika sebaliknya maka penampakan tersebut tak lain adalah Jin/Syaithan yang menyerupakan diri dengan ruh orang yang kita kenal untuk menyesatkan kita.

Adapun jika kita bermimpi melihat Rosulullah Muhammad saw maka yakinilah bahwa yang hadir dalam mimpi kita tersebut adalah ruh Rosulullah Muhammad saw.  Karena Rasulullah saw bersabda : “ …. barangsiapa bermimpikan aku dalam tidurnya sungguh ia telah melihat aku, maka sungguh syaitan tidak mampu menyerupai diriku, ….” (Shahih Bukhari).

Doa Sebelum tidur

“Bismikallaahuma Ahyaa wa Bismika Amuutu.”

Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan menyebut Nama-Mu aku mati.” (HR. Muslim)

Doa setelah bangun tidur

Alhamdulillaahil Ladzii Ahyaanaa Ba’da Maa Amaatanaa Wailaihin Nusyuur.”

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya (kami) akan dibangkitkan.”

Dalam doa yang diajarkan Nabi tersirat bahwa tidur bukan hanya aktifitas istirahat jasadiyah semata. Akan tetapi tidur adalah aktifitas manusia yang melibatkan antara hidup dan mati. Itulah alasan mengapa Rosulullah Muhammad saw menganjurkan agar kita memperbanyak istighfar dan memohon ampun di waktu petang, karena kita tidak pernah tahu apakah setelah tidur, kita diberikan kesempatan lagi oleh Allah SWT untuk bangun di esok hari.

“Wahuwalladzii yatawaffaakum billayli waya’lamu maa jarahtum binnahaari tsumma yab’atsukum fiihi liyuqdaa ajalun musamman tsumma ilayhi marji’ukum tsumma yunabbi-ukum bimaa kuntum ta’maluun” — Al An’aam 6:60

Artinya : “Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.“– Al An’aam 6:60

“Wahuwa lqaahiru fawqa ‘ibaadihi wayursilu ‘alaykum hafazhatan hattaa idzaa jaa-a ahadakumu lmawtu tawaffat-hu rusulunaa wahum laa yufarrithuun” — Al An’aam 6:61

Artinya : “Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.— Al An’aam 6:61

“Wa’indahu mafaatihu lghaybi laa ya’lamuhaa illaa huwa waya’lamu maa fii lbarri walbahri wamaa tasquthu min waraqatin illaa ya’lamuhaa walaa habbatin fii zhulumaati l-ardhi walaa rathbin walaa yaabisin illaa fii kitaabin mubiin” — Al An’aam 6:59
 
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” — Al An’aam 6:59

Kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra dan Mi’raj juga sebenarnya berhubungan dengan tema perjalanan antar waktu. Seperti kita ketahui, dalam perjalanan itu, Nabi SAW diberi ‘pertunjukan’ tentang ‘peragaan’ penyiksaan di neraka dan kenikmatan di surga. Nabi SAW juga dipertemukan dengan para Nabi sebelum beliau yang telah wafat. Padahal, kita semua tentu paham bahwa pada saat Nabi SAW diperjalankan oleh Allah, surga dan neraka belum ada, karena dunia juga belum kiamat.

Satu hal yang pasti, Allah adalah Maha Kuasa. Hanya Dia-lah yang tidak tunduk pada ruang dan waktu. Karena Allah adalah Yang Tidak Berawal dan Yang Tidak Berakhir. Bagi Allah, tentu saja memungkinkan untuk memperjalankan siapapun yang dikehendakinya ke manapun menembus batas ruang dan waktu. Sementara bagi manusia, adalah tugasnya untuk mentafakuri dan mengkaji berbagai kemungkinan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan termasuk dalam hal kemungkinan dilakukannya perjalanan waktu tersebut. Tentu saja semua harus dilakukan atas dasar kemaslahatan tanpa melanggar aturan yang digariskan dalam kitab suci.

Masalah roh adalah masalah urusan Tuhan, kita sebagai manusia hanya diberi pengetahuan yang sedikit, dari pengetahuan yang sedikit itu kita diberi kemampuan untuk berpikir, memahami dan memaknainya dalam kehidupan.melalui hadis dan kalamullah

Roh merupakan satu unsur Ilahi, yaitu sesuatu yang hanya Allah saja yang mengetahui akan rahasianya, bukan terdiri dari benda (Materi) .Unsur inilah yang menyebabkan daging,tulang,darah,kulit dan bulu kita berkembang dan tumbuh, yang menyebabkan tubuh itu hidup dan bergerak,berbenturan dan berkembang biak. Unsur roh inilah yang menyebabkan kita melihat,mendengar,merasa berpikir berkesadaran dan berpengertian.Unsur roh ini pula yang menyebabkan kita mempunyai rasa kasih,sayang dan cinta,mempunyai rasa benci,marah dan anti,menjadikan kita gembira,senang,bahagia atau susah dan sengsara.

Unsur roh ini pula yang menjadikan kita manusia menjadi makluk yang pemalu, bermoral dan susila atau menjadi makhluk yang tak tahu malu, a moral, a susila atau a social.

Roh, jiwa atau nyawa berfungsi menghidupkan jasad. Dinamakan akal dalam fungsinya memikirkan dan menyelidiki, dan dinamai hati atau kalbu dalam fungsinya merasa senang atau susah, kasih sayang, cinta atau benci, kasihan atau malu. Kita sebagai manusia memiliki roh yang berbeda dengan binatang dan tumbuhan, kita diberi roh oleh Tuhan roh yang sadar dan mengerti.

(Roh Insani) yaitu semacam roh yang paling sempurna, mulia dan tinggi, semacam roh yang bukan saja memberikan kemampuan untuk hidup, bergerak, tumbuh, dan berketurunan tetapi satu roh yang memberi kan kemampuan untuk berpikir, sadar, mengerti, dan menjadi makhluk yang sadar akan Tuhan atau Khaliq yang menciptakannya.

Tuhan meniupkan roh kedalam tubuh kita sewaktu kita berada dalam alam rahim, sehingga dapat hidup, dapat berjalan dan dapat beraktifitas. Tubuh kita terdiri dari tulang, darah, urat-urat, kulit, bulu dan kuku perlu kita beri makan dan dilindungi, sehingga kita perlu makan, minum, pakaian dan lain lain. Roh kita juga perlu diisi dengan sari makanan ketenangan (Sakinah) dan kemantapan (Mutmainah) melalui ibadah, pertolongan Allah dan berserah diri kepada Allah.

Dalam tubuh kita roh selalu berjalan mulai semenjak kita berada dalam alam rahim dan berakhir setelah kita meninggal dunia (mati). Mati suatu keadaan dimana roh telah meninggalkan tubuh ,sehingga tubuh tak dapat lagi bergerak, kaku dan terbujur bagai bangkai.

Makanan roh adalah ketenangan dan kemantapan jiwa yang kita dapat melalui ibadah yang kita lakukan sehari semalam,pertolongan Allah dan berserah diri kepada Allah Roh yang tidak diberi makan akan timbul pemberontakan diri,prustrasi,kecewa yang berdamfak munculnya penyakit rohani yang memperturutkan hawa nafsu,sehinggha roh tak mengenal lagi kepada kepada Allah yang menciptanya dan durhaka kepada ibu bapaknya yang telah menjadi penyebab lahirnya anak manusia dimuka bumi.

Dalam tuntunan agama Islam,Ibadah yang pertama dan utama diwajibkan Allah kepada kita selaku umat nabi Muhammad S.A.W. adalah shalat.yang diterima Nabi Muhammad S,A,W pada saat perjalannan isra miraj langsung dari Allah tanpa perantaraan malaikat Jibril.Kedudukan shalat dalam Islam sangat penting,karena shalat tanda orang muslim(Islam).Didalam shalat terkandung gerakan olah raga yang dapat menyehatkan tubuh kita.juga doa dan zikir sebagai makanan jiwa (Roh) yang dapat meyegarkan pikiran dan menjernihkan hati.Bila shalat kita lakukan maka terpenuhilah makanan tubuh dan roh kita sehingga sehat jiwa raga dapat dinikmti.

Dalam memperingati Isra Miraj seorang ustaz dalam ceramahnya mengatakan : Shalat yang diterima nabi Muhammad S.A.W merupakan kewajiban yang wajib dilaksanakan setiap oramg balig, muallaf dan berakal.Barang siapa yang meninggalkan shalat berarti ia akan merobohkan agamanya,karena shalat adalah tiangnya agama.Kewajiban shalat akan dibebaskan Allah apabila seseorang telah meninggal dunia(mati). Orang yang meninggalkan shalat pada hal ia sehat maka hatinya akan mati,jauh dari Allah dan doa tak diperkenankan .Shalat ibadah utama dalam agama Islam,bila Shalatnya sempurna maka sempurna ibadah-ibadah lain juga sempurna.

Berkenaan dengan masalah shalat saya pernah membaca selebaran photo copy berbentuk diktat yang tidak mencantumkan pengarangnya, pemberian dari Paman. Didalam diktat itu menjelaskan uraian singkat kaidah shalat.,mengapa shalat subuh 2 rakaat,shalat djohor 4 rakaat,sholat ashar 4 rakaat,shalat magrib 3 rakaat dan shalat isya 4 rakaat?Saya tidak tertarik membahas ini. Dihalaman lain ada kalimat yang sebelumnya belum pernah saya baca dalam beberapa buku agama dan saya dengar dalam beberapa ceramah keagamaan . Kalimat itu tertulis : SHALAT LIMA WAKTU PERJALANAN ROH DIDALAM TUBUH KITA. Kita diwajibkan mengerjakan shalat 5 waktu sehari semalam ,karena perjalanan roh dalam tubuh berhenti di lima tempat penting dalam tubuh kita antara lain :

1. Shalat Subuh.

Pada waktu kita tidur dimalam hari, roh hilang entah kemana, menjelang shalat subuh roh kita mulai masuk merayap melewati kaki menempati sulbi dan kemaluan. saat ini getar nadi kehidupan mulai terasa, nafsu sahwat mulai bangkit ditandai dengan adanya rangsangan dikemaluan, alat vital kita bangkit menegang. Disaat ini Iblis membisikan kita lebih baik memeluk atau bersetubuh dengan istri bagi yang sudah kawin, bagi yang belum kawin dibujuk memegang erat guling. Bagi yang terbujuk rayuan Iblis ia terlelap tidur karena kecapaian dan keasyikan sehingga seruan untuk menjalankan shalat subuh terabaikan karena kesiangan.

2. Shalat Dzohor

Setelah mampir di sulbi dan kemaluan roh terus merjalan naik, saat shalat Dzohor roh bertempat di lambung, sehingga merangsang kita untuk makan. Iblis merangsang dan membisikan lewat nafsu makan agar makan sebanyak-banyaknya, bagi yang tergoda dengan bujukan Iblis ia makan sekenyang-kenyangnya, akhirnya kekenyangan, ngantuk dan akhirnya tertidur, akibatnya shalat Dzohor terabaikan, Bagi yang yang tak tergoda ia dapat mengerjakan shalat Dzohor.

3.Shalat Ashar

Roh terus beranjak naik ,disaat shalat Ashar roh berada di tengah-tengah antara lambung dan hati. disaat ini kita terasa kosong, menghayal dan melamun karena kecapaian sehabis kerja atau bangun tidur. Disaat ini Iblis membisikan nafsu lalai dan berleha-leha, sehingga kita terlena, tak terasa waktu shalat magrib tiba. Bagi yang ingat akan Allah ia dapat mengerjakan shalat ,sebaliknya yang lalai shalat ashar tak dapat ia kerjakan

4. Shalat Magrib.

Saat shalat magrib ruh berada tepat diulu hati kita.Disaat ini perasaan kita sangat kuat,semangat hidup bangkit lagi,perasaan ingat kepada Allah kuat karena hati tempatnya iman.Hati yang bersih imannya kepada Allah semakin kuat.Saat ini Iblis kewalahan untuk mengganggu,ia lebih senang berkeliaran

keluar mencari mangsa lain sehingga shalat magrib dapat dikerjakan, tetapi hati yang kotor selalu digoda Iblis,sehingga tak betah dirumah,ia lebih senang keluar rumah menemani Iblis

5 Shalat Isya

Roh terus beranjak naik keatas tubuh kita. Waktu shalat isya roh berada di kepala mampir ke otak.saat ini daya pikir dan ingatan kuat.Ini kesempatan Iblis membiuskan kepada nafsu agar menunda-nunda karena waktu shalat isya panjang.Bagi yang terbujuk rayuan Iblis ia berleha-leha,santai ,beurcengkrama dengan keluarga,asyik ngobrol dengan teman dan nonton TV,akhirnya kecapaian ,ngantuk dan tertidur, bagi yang ingat dengan Allah shalat isya dapat ia kerjakan. Setelah shalat isya dan kita tertidur kembali roh kita naik entah kemana.Inilah rahasia tuhan.

Shalat merupakan perjalanan roh yang sangat rahasia ,kita tak merasa dan meyadari bahwa roh yang ada dalam tubuh kita berjalan sesuai dengan ketentuan dan hukum yang telah ditetapkan Allah. Agar roh berjalan mengitar dan menyinari daging, ulang, darah, kulit, rambut dan bulu berkembang dan berjalan dengan tenang,bahagia dan mantap diperlukan bekal ibadah khususnya shalat yang dapat memancarkan sifat dan akhlak yang baik keseluruh anggota badan.Karena shalat dapat mencegah kita untuk berbuat keji dan mungkar.Shalat yang khusu dapat memberi kesejukan dan ketenangan roh dalam tubuh kita,sehingga kita dibimbing dan dituntun untuk selalu berbuat kebajikan kepada Allah dan juga kepada makhluk ciptaanNYA.

Shalat merupakan sarana roh(batin) kita untuk berjalan menghampiri dan mendekati Allah, sehingga apa yang disabdakan Nabi kita Muhammad saw dalam sebuah hadist yang berbunyi : Isra Miraj nya kaum Muslimin(Islam), adalah Shalat.

Kita kerjakan shalat untuk kepentingan dan keuntungan kita,Allah tidak berharap akan shalat yang kita kerjakan.Kehidupan orang yang selalu melakukan shalat hidupnya penuh disiplin, pakainya selalu baik dan wangi,jiwanya tenang karena ditempa oleh ajaran shalat dan wajahnya berseri karena siraman air wudhu.

Ibnu Athoillah pengarang buku Menyelami kesamudra Ma!rifat dan Hakekat menjelaskan :Jadikanlah Shalat dan sabar menjadi penolong hidupmu,Orang yang menjalankan shalat dengan khusu hatinya akan sabar. Persoalan hidup yang kita alami bila minta tolong dengan orang lain(manusia),terkadang selesainya tidak, malah mungkin dapat menimbulkan persoalan baru,tetapi bila kita meminta bantuan kepada Allah dengan sarananya yang tepat dan waktu yang pas pasti akan dikabulkan.Allah tidak akan pernah menolak doa hambanya yang meminta ,hari ini tak dikabulkan mungkin nanti .Shalat lima waktu adalah kewajiban kita oleh karena itu kata guru saya K.H.Zaini Ghani mengatakan jangan banyak meminta dalam shalat lima waktu, jika kamu ingin meminta sesuatu dengan Allah perbanyak shalat sunat. Jika kamu ragu kerjakan shalat istihorah, jika berhajat dengan sesuatu kerjakan shalat hajat. Jika ingin meminta rizki dam kedudukan kerjakan shalat dhoha, jika ingin berkeluh kesah kesah kerjakan shalat tahajud dan lain lain .

Setelah membaca buku diktat diatas `itu aku pun ragu,dan bertanya-tanya,apa benar perjalanan roh kita demikian???Keraguan saya pupus setelah menemukan beberapa pendapat dalam buku Menyingkap Rahasia QOLBU Karangan Al-Ghazali berkenaan dengan shalat yaitu :

1. Perumpamaan shalat lima waktu bagaikan sungai yang jernih airnya dan melimpah, mengalir didepan rumah salah seorang dari anda, lalu ia mandi dalam sungai itu lima kali dalam dalam sehari, Apakah dengan begitu anda masih melihat kotoran padanya? (sabda Nab saw )

2. Shalat dalam agama bagaikan kepala bagi jasad manusia (Riwayat Thabrani)

Walaupun keraguan saya mulai berkurang, tetapi keinginan untuk membuktikan kebenaran shalat lima waktu perjalanan roh dalam tubuh kita tak akan terhenti, seperti roh atau nyawa yang masih tetap berjalan dan bersinar memberi kemampuan saya untuk hidup. Sayapun sadar bahwa untuk membuktikan kebenaran itu sangatlah sulit. Seperti sulitnya saya mengenali roh atau nyawa yang ada dalam tubuh saya, Secara kenyakinan boleh jadi saya percaya, hal ini merupakan simbul kerahasian yang digunakan untuk shalat, seperti shalat tiang agama, shalat bagai sungai, shalat bagai kepala tetapi seraca logika keilmuan boleh jadi saya dan anda boleh tidak percaya atau ragu.

Untuk mengungkapkan rasa ketidak percayaan atau keraguan, dan rasa penasaran kita, saya mengutip pendapat seorang ahli Tafsir dalam buku “Kemana Tujuan Akhir Manusia” yang disusun oleh Ust.Labib MZ.Ahli Tafsir itu membagi roh menjadi 3 macam :

1. Roh Sultaniah artinya roh yang bersifat memerintah, roh ini terletak di otak memenuhi kepala yang memungsikan seluruh organ –organ kecil-kecil otak sehingga mampu mengatur sesuai kepemerintahan. Roh ini sifatnya memerintah dan meyetir segala fungsi roh lainnya, dan sangat independent terhadap roh jasmani dan rohani.

2. Roh Rohaniah artinya roh yang bersifat kebatinan atau kejiwaan atau berkenaan dengan kejiwaan Sadar, maupun tak sadar .Roh ini menggerakan urat nadi, lewat otak, kemudian lewat syaraf-syaraf Tulang belakang dan terakhir didaerah basal (alam bawah sadar).

3. Roh Jasmaniah artinya roh yang bersifat jasmani. Jasmani sebagi tempatnya roh sultaniah atau rohaniah dan roh jasmaniah. Roh ini letaknya antara sela-sela anatomi tubuh antara daging dan darah, antara urat nadi dan syaraf-syaraf lainnya..

Orang yang tidur rohnya tidak keluar, jawaban ini salah, kalau begitu orang tidur rohnya keluar, buktinya dia tidak sadar dan dijamahpun tidak merasa, jawaban inipun salah.Yang benar adalah kembali kepada bahasan roh yang terbagi tiga diatas.asebab orang tidur sebenarnya ada sebagian roh yang keluar, dan sebagian lagi berada didalam tubuh. Roh yang keluar adalah roh jasmaniah, sehingga jasmaniah tersebut seperti mati tidak merasakan apa-apa .Cuma masih ada roh dalam tubuh yang mengaktifkan gerakan-gerakan dibawah kesadaran seperti denyut nadi yang berjalan sendiri. Roh jasmani seperti ini tidak keluar, yang keluar adalah roh jasmani yang mengaktifkan gerakan-gerakan dengan koordinasi

Dari penjelasan ahli tafsir diatas saya berpendapat bahwa yang dimaksudkan dengan roh dalam tema tulisan ini adalah roh jasmani, karena roh ini yang mengaktifkan gerakan-gerakan kesadaran. Kesadaran sangat penting dalam mengerjakan shalat, sebab orang yang tidak sadar shalatnya tidak diterima, seperti shalat yang dikerjakan orang lagi mabuk, sementara orang gila digugurkan kewajibannya untuk mengerjakan shalat dan anak yang belum akil balig yang belum menyadari dirinya juga tak dituntut untuk mengerjakan shalat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s