Abad Kemunculan Dajjal Dan Yajuj Majuj

Al-Quran dan Nabi Allah, Muhammad SAW, mengarahkan perhatian kita kepada kepada aktor lain yang sama kuatnya seperti Yaju’j & Maju’j. Siapakah dia sebenarnya? Dia adalah Mesiah palsu, yaitu Dajjal atau Anti-Kristus. Mengapa di dikenal sebagai Mesiah palsu? Tidak lain dikarenakan misinya adalah meniru Mesiah sejati yaitu putra Maryam, Nabi Isa AS atau yang bagi orang Kristiani Yesus Kristus, ketika Allah mengutus Nabi Isa AS  kepada Kita.  
Allah Mengirimnya sebagai Mesiah sejati untuk menjalankan misinya memimpin dunia dari Yerusalem dan Israel Suci. 
”Yaju’j & Maju’j (Gog & Magog) didalam Islam dikenal dengan sebagai Yaju’j & Maju’j.Mereka adalah Manusia yang diturunkan dari Nabi Adam & Hawa,Sama seperti kita. Menurut keterangan hadis,Mereka berasal dari ras Turki-Mongolia,Memiliki ukuran mata kecil,hidung hampir rata,dan Wajah Lebar. Wajah Mereka digambarkan seperti llayaknya Perisai Besi yang digunakan Di medan Tempur. 
Kemunculan mereka Pada akhir zaman adalah salah satu pertanda yang pernah disinggungung Al-Quran surat Al-Anbiya Ayat 99-97.
Hingga apabila dibukakan [Tembok] Yajuj & Majuj. dan mereka turun dengan cepat dari Seluruh tempat tinggi.dan telah dekatlah kedatangan Janji yang benar (Hari Berbangkit),maka tiba-tiba Terbelalaklah mata orang-orang kafir. [Mereka Berkata]: Aduhai!,Celakalah kami,sesungguhnya kami dalam kecelakaan tentang ini,Bahkan kami adalah orang-orang Zalim. 
Akhir Zaman. Dalam Hadis ini,Muhammad Rasulullah (saw) Berkata, ”… dan Allah akan Mengirim Yajuj & Majuj.Mereka berkeliaran dengan Ganas dari Setiap Bebukitan.Mereka akan Melewati Danau Tiberias (Di Palestina) dan akan meminum Yang terdapat didalamnya,Lalu yang terakhir dari mereka Berkata ”Seharusnya masih ada Air Lagi Disekitar Sini.” Rasulullah Berkata ”Nabi Isa (as) dan pengikutnya akan Dikepung Sehingga Kepala Seekor Sapi Jauh Lebih Beharga Daripada Dinar yang Dimiliki Pada Hari Itu. 
Nabi Isa (as) akan Memohon Kepada Allah,dan Allah Akan Mengirimkan Sejenis Ulat Pada Leher Mereka (Yajuj & Majuj),Dan Mereka akan Berjatuhan Seketika.Lalu Nabi Isa (as) dan Pengikutnya akan Turun Dari Tempat yang Dikepung”. (Diriwayatkan Oleh Muslim, 18/68). 
 Dan Dajjal semakin dekat dengan tujuan misinya.Pada masanya,Pembawa pesan Allah,Nabi Muhammad (saw),Telah mengatakan Pada Kita tentang Pelepasan Dajjal kedunia Bebas. Ketika Itu,Beliau (saw) Mengatakan Bahwa Setelah Dajjal Dilepaskan,Maka ia akan hidup diMuka Bumi selama 40 Hari. Satu hari sama dengan Satu tahun,Satu hari sama dengan Satu Bulan,Satu Hari Sama Dengan Satu Minggu,Dan Sisanya Seperti Hari-Hari Kita (Manusia).
 
Ketika Masa Dajjal Dipersamakan satu hari dengan sama satu tahun,Maka Inggris akan Menjadi markas Besarnya,Dan Ketika Dajjal satu hari Sama Dengan satu Bulan,Maka Amerika Serikat Jadi Markas Besarnya.Akhirnya,Ketika Masa Dajjal Satu Hari Sama Dengan Satu Minggu,Ia Akan Pulang Kembali Ke Tanah Asalnya.Kepulangannya Kembali Itu Akan Menyampaikan Dajjal Untuk Menyelesaikan Tugas Pertamanya. 
 
Mata Uang Baru
  Satu hari sama dengan Satu tahun adalah Masa Ketika Inggris Berkuasa di Dunia, (Pada Jaman Dahulu),dan Poundsterling menjadi mata uang Internasional.Dan Ketika Dajjal Pindah kemasa satu hari satu Bulan Adalah Masa Ketika Amerika Serikat Dolarnya Menjadi Mata Uang Internasional. 
Kini Amerika Sudah Mulai Perlahan-Lahan Lengser Dari Tampuk Kekuasaan Dunia,Dan Israel Akan Menggantikan Tempatnya,Sebagai Negara Yang Berkuasa (Super Power). Tetapi Bagaimana Dengan Jenis Mata Uangnya ?,Dolar Amerika Hancur,Kehancurannya menyeret semua mata uang dunia.Setelah Masa Kehancuran Dolar Itu,Maka Kita Tidak Akan Lagi Melihat Uang Jenis Kertas. 
Lalu Mata Uang Baru Apa yang akan Mendominasi Dunia ? Apakah MAta Uang Baru yang akan digunakan Israel Untuk Memperbudak Umat Manusia–Sebagaimana halnya yang Telah dilakukan Amerika serikat dengan Dolarnya ?, Jawabannya Adalah Israel akan menggunakan mata uang baru yang Kasat Mata,Yang Tidak Bisa Dilihat,Uang Itu Yang Tidak Bisa Diraba,Sehingga kalian Tidak Akan Dapat Menyentuhnya.Uang Itu Adalah Uang Elektronik
 Dan hal paling aneh dan Berbahaya Tentang Uang Elektronik adalah Bahwa uang tersebut Dikendalikan Oleh Sistem Perbankan Yang Mengusai seluruh dunia.Dan Orang Yahudi-lah yang mengendalikan Sistem Tersebut.Itu Bukanlah sekedar OMONG KOSONG.Bukan Pernyataan melantur.Tapi Sebuah Kenyataan.
 Kapankah Akhir Rencana Dajjal ?
Sebelumnya Disampaikan Oleh Syeikh Imran Hussein Semasa Hidupnya.Menurut Islam,Satu Tahun Disurga Sama Dengan 1000 Tahun Di Dunia Manusia atau Waktu Berjalan Dimuka Bumi. Dan Dengan Demikian kita bisa memperkirakan bahwa Dajjal telah menguasai Dari Inggris Selama 1000 Tahun,Melalui Kerajaan Inggris yang Merupakan Monarki Inggris Sudah Berkuasa Sejak tahun 900 dan Menjadi Kekuatan Mendominasi Dunia. Kesimpulannya. 
900+1000= 1900. Hingga Tahun 1900 Inggris Memimpin Dunia abad XX?
 
Pada Tahun 1917,Amerika Secara Resmi Terlibat Dalam Perang Dunia,Dan Keterlibatan itu Menjadi Awal Lahirnya Sebuah Negara Adidaya.Sejak Lahir Peralihan Dajjal Dimulai Menjadi ”Satu Hari Sama Dengan Satu Bulan”. 
Jika Satu tahun sama dengan 1000 Tahun,Maka satu Bulan Berarti 1000:12, Yang berarti 83 Tahun. Tahun 1917 Ditambahkan Dengan 83 Tahun,Maka Akan Sampai pada Tahun 2000.Kemudian,Mulai tahun 2000,Dajjal Akan memimpin dari Israel Dengan Jangka Waktu Kekuasaan ”Satu Hari sama Dengan Seminggu”. Perhatikan Baik-baik Fakta Berikutnya. Pada Tahun 2000. 
George Walker Bush Terpilih Sebagai Presiden Amerika Serikat ke-43 
Saya,George Walker Bush,Berjanji dengan sepenuh hati untuk memimpin Kantor Kepresidenan Amerika Serikat Dengan Sungguh-Sungguh.
Dengan Formula Yang Sama,Kita Harus Membagi Lagi Angka 83 dengan angka 4, Maka Hasilnya Kurang Lebih 21 Tahun Tambahkan 2000 dengan 21 Tahun,Maka Itu berarti Tahun 2020-2023Tergantung Kita Merujuk Kepada Perhitungan Bulan dan Matahari. Apa Yang Terjadi Pada Tahun 2020-2023 Itu ? 
Tibalah kita ke Akhir Rencana Dajjal.Pada saat itu,Illuminati Diharapkan akan Memindahkan dana Mengamankan Pemerintahan Dunia Ke Israel,Dimana Yang Dipertaruhkan Lebih Dari Sekedar Negara Kecil,Melainkan Sebuah Ide Besar,Yaitu Tatanan Dunia Baru (NEW WORLD ORDER),Sebagaimana Diakui George Bush. 
Coba Tengoklah kembali Peristiwa 11 September 2001.Semua Penelitian independen Membuktikan Bahwa Tragedi 9/11 Adalah (INSIDE JOB) telah direncanakan Oleh U.S Goverment. Pada Tahun 2002,Afghanistan Diinvasi,Lalu 2003 Giliran Irak Yang Diinvansi.Lebanon Mendapatkan Giliran Pada Tahun 2006. Pada Bulan September Tahun Berikutnya,Amerika Serikat mendirikan Basis Pertahanan di 10 Negara Sepanjang Wilayah Timur Tengah. 
Semua Itu Dilakukan Untuk Mengamankan Pemerintah dan Melindungi Israel Sebagai Ibukota Terakhir tatanan Dunia Baru. Itu Sama halnya Dengan apa yang Pernah Diramalkan/Diceritakan Oleh Nabi Muhammad (saw) 1400 tahun lalu. 
Sadarkah Kita !,Apa yang Sebenarnya Menjadi Pemicu Masalah Timur Tengah Dan Dunia? saya yakin Sekal iBahwa Setiap Masalah yang Timbul dan perang yang terjadi di muka bumi,Sengaja Dilakukan untuk melindungi Pembentukan dan Keamanan Negara Israel. Semua Pihak yang Menentang Akan Diperangi. Kemudian,Pada Saatnya Dajjal Akan Menampakkan Wujudnya dan Menempati tahtanya Di Israel,maka Sejak Saat Itu Kedepanya, 
Perhitungan Hari Dajjal Akan Sama Seperti Perhitungan Di Muka Bumi,Apa yang Tercamtum Dalam Al-Quran Dan Hadist Nabi Muhammad (saw),Berbunyi Sebagai Berikut: 
Kemenangan Akan Menjadi Milik Mereka Yang Mengikuti Imam Al-Mahdi Dan Bergabung Dengan Mesiah Sejati Yaitu Nabi Isa (as). 
Namun Sayangnya,Mayoritas Penduduk Dunia Justru Mengikuti Mesiah Palsu,Dan Mempercayainya Sebagai Satu-satunya Orang terpilih. Semua Itu Terjadi karena Mereka Bukanlah Pengikut Sejati,dan Tidak Mengerti Tanda-Tandanya. John F. Kennedy Pernah Menyampaikan Pidato Mengenai Sebuah Kelompok Rahasia yang Menjadi Penguasa Dunia 
Diseluruh Dunia,Kita Berhadapan Dengan Sebuah kekuatan Monolitis Kejam yang Bersandar Terutama Kepada Kedengkian Dalam Upaya Perluasan cekupan Pengaruh. Kita Terkungkung Di dalam sebuah dunia yang penuh dengan Monolitis dan Konspirasi Dunia yang Kejam,yang tujuannya adalaha untuk menyebarkan pengaruhnya secara luas. Sebuah sistem yang mengerahkan Manusia dan Sumber Daya Material Efisien, yang Mengkombinasikan Militer,Diplomatik,Kecerdasan,ekonomi,Ilmu PengetahuabmDan Operasi Politik, semua Persiapan Ini Dilakukan Secara Sembunyi-Sembunyi, Dan Tidak Dipublikasikan.
 
Tambahan
 

KISAH YA’JUJ WA MA’JUJ & TEMBOK BENTENG DZULQORNAIN : Apakah mereka sudah ada sekarang? Dimanakah Lokasi Ya’juj & Ma’juz apakah di Rusia-Soviet/China? | Benarkah mereka adalah bangsa Mongol (Tartar)? | Sifat-sifat dan Ciri “Bangsa Ya’juj Wa Ma’juj” : Mereka adalah manusia keturunan Adam, jumlahnya sangat besar, perusak, tidak pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil (sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai

Mengenal Ya’juj dan Ma’juj

Kemunculan sebuah bangsa yang akan menciptakan kekacauan serta kerusakan di muka bumi telah ditakdirkan Allah subhanahuwata’ala sebagai salah satu penanda kiamat besar. Siapakah dan bagaimanakah mereka?

Di dalam beberapa hadits tentang tanda-tanda hari kiamat kubra, disebutkan ada sepuluh tanda hari kiamat. Di antaranya adalah keluarnya Ya`juj wa Ma`juj. Berita tentang keluarnya Ya`juj wa Ma`juj bukan hanya mutawatir, bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 96-97: Hingga apabila dibukakan (dinding) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah datangnya janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim.” Ibnu Katsir rahimahullahu menerangkan: mereka adalah dari keturunan Adam ‘alaihissalam dari keturunan Nabi Nuh ‘alaihissalam, dari anak keturunan Yafits yakni nenek moyang bangsa Turki yang terisolir oleh benteng tinggi yang dibangun oleh Dzulqarnain.

Sedangkan makna “min kulli hadabin yansilun” diterangkan oleh Ibnu Katsir ahimahullahu: yakni turun dari tempat-tempat yang tinggi dengan cepat dengan membuat kerusakan.

Demikian pula disebutkan dalam surat Al-Kahfi ayat 94: “Wahai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya`juj wa Ma`juj merusak di muka bumi, kami akan siapkan imbalan yang besar agar kiranya engkau membuatkan benteng antara kami dengan mereka.” Adapun kalimat yang menunjukkan bahwa runtuhnya benteng Dzulqarnain dan keluarnya Ya`juj wa Ma`juj sebagai tanda dekatnya hari kiamat adalah ucapan Allah subhanahuwata’ala pada ayat ke-98:

“Ini adalah rahmat dari Rabbku…..” Ibnu Katsir rahimaullahu menyatakan: “Ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa mereka tidak akan bisa melubanginya sedikitpun…” Sedangkan makna “Jika datang janji Rabbku” adalah: Jika telah dekat hari kiamat, Allah subhanahuwata’ala akan runtuhkan benteng tersebut. Demikian dikatakan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu.

 

Ya`juj wa Ma`juj dari keturunan Adam ‘alaihissalam

Ya’juj wa Ma’juj adalah dari jenis manusia keturunan Adam q. Tidak seperti yang digambarkan oleh sebagian orang bahwa mereka bukanlah dari keturunan manusia. Hanya saja mereka adalah orang-orang yang merusak serta memiliki sifat dan perangai yang Allah subhanahuwata’ala takdirkan kepada mereka tidak seperti manusia pada umumnya.

Dalil yang menunjukkan bahwa mereka dari jenis manusia keturunan Adam ‘alaihissalam adalah apa yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dalam Kitabul Anbiya’ bab Qishah Ya’juj wa Ma’juj, dari Abu Sa’id Al-Khudri

Radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi Sallallahu’alaihiwassallam bersabda:

ن أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِي اللَّهم عَنْهم عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى ا عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ ا تَعَالَى يَا آدَمُ فَيَقُولُ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ فِي يَدَيْكَ فَيَقُولُ أَخْرِجْ بَعْثَ النَّارِ قَالَ وَمَا بَعْثُ النَّارِ قَالَ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ فَعِنْدَهُ يَشِيبُ الصَّغِيرُ ) وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ ا شَدِيدٌ ( قَالُوا يَا رَسُولَ ا وَأَيُّنَا ذَلِكَ الْوَاحِدُ قَالَ أَبْشِرُوا فَإِنَّ مِنْكُمْ رَجُلًا وَمِنْ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ أَلْفًا…

Allah subhanahuwata’ala berfirman kepada Adam: “Wahai Adam.” Maka Adam menjawab: “Labbaika wa sa’daika wal khairu fi yadaika (Aku sambut panggilan-Mu dengan senang hati dan kebaikan semuanya di tangan-Mu).” Kemudian Allah subhanahuwata’ala berfirman: “Keluarkan pasukan penghuni neraka.” Maka Adam bertanya: “Apa itu pasukan penghuni neraka?” Allah subhanahuwata’ala berfirman: “Mereka dari setiap seribu orang, sembilan ratus Sembilan puluh sembilan orang!” Maka ketika itu anak kecil menjadi beruban, setiap yang hamil melahirkan apa yang dikandungnya, dan kamu lihat orang-orang seakan-akan mabuk padahal mereka tidak mabuk, tetapi karena adzab Allah subhanahuwata’ala  yang sangat keras. Kemudian para sahabat bertanya: “Siapa yang satu itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bergembiralah sesungguhnya penghuni neraka itu dari kalian satu dan dari Ya’juj wa Ma’juj seribu….” (HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari, juz 6 hal.382)

Dari hadits di atas kita dapatkan beberapa faedah:

Pertama: Ya’juj wa Ma’juj adalah calon penghuni neraka.

Kedua: jumlah Ya’juj wa Ma’juj sangat besar.

Ketiga: bahwa Ya’juj wa Ma’juj dari jenis manusia keturunan Adam.

 

Sifat-sifat Ya’juj wa Ma’juj

Walaupun mereka dari jenis manusia keturunan Adam, namun mereka memiliki sifat khas yang berbeda dari manusia biasa. Ciri utama mereka adalah perusak dan jumlah mereka yang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari gunung seakanakan air bah yang mengalir, tidak pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil (sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai dan lain-lain. Disebutkan dalam riwayat Al-Imam Ahmad rahimahullahu, dari Ibnu Harmalah, dari bibinya, dia berkata:

وَهُوَ عَاصِبٌ إِصْبَعَهُ مِنْ n خَطَبَ رَسُولُ ا لَدْغَةِ عَقْرَبٍ فَقَالَ: إِنَّكُمْ تَقُولُونَ لَا عَدُوَّ وَإِنَّكُمْ لَا تَزَالُونَ تُقَاتِلُونَ عَدُوًّا حَتَّى يَأْتِيَ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ عِرَاضُ الْوُجُوهِ صِغَارُ الْعُيُونِ شُهْبُ الشِّعَافِ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ

Rasulullah sallallahu’alaihi wassallam berkhutbah dalam keadaan jarinya tersengat kalajengking. Beliau bersabda: “Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj wa Ma’juj, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai.” (HR. Ahmad)

 

Ya`juj dan Ma`juj Sudah Ada Sekarang

Ya`juj dan Ma`juj sudah ada dan terus dalam keadaan turun-temurun (beranak pinak), tidak meninggal satu orang dari mereka, kecuali lahir seribu orang lebih. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abdullah bin ‘Amr radhiallahuanhu yang diriwayatkan Al-Hakim rahimahullahu dalam Mustadrak-nya.

Namun alhamdulillah Allah subhanahuwata’ala telah bentengi mereka dari kita, yaitu dengan sebab menakdirkan munculnya Dzulqarnain yang dengan kemampuannya membuat benteng yang terbuat dari besi dan tembaga. Allah subhanahuwata’ala berfirman:  “Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan keduanya, suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata:

‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya`juj dan Ma`juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’ Dzulqarnain berkata: ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Rabbku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: ‘Tiuplah (api itu).’ Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata:

‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila sudah datang janji Rabb-ku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar’.” (Al-Kahfi:92-98)

 

Kesombongan Ya’juj dan Ma’juj

 

Ya`juj dan Ma`juj ketika keluar tidaklah melewati sesuatu kecuali dirusaknya. Tidaklah melewati danau kecuali meminumnya hingga habis. Tidaklah mendapati manusia kecuali dibunuhnya sampai ketika mereka merasa menang membantai seluruh penduduk bumi, dia menantang penduduk langit. Inilah kesombongan yang luar biasa dari Ya`juj wa Ma`juj.

ثُمَّ يَسِيرُونَ حَتَّى يَنْتَهُوا إِلَى جَبَلِ الْخُمَرِ وَهُوَ جَبَلُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَيَقُولُونَ: لَقَدْ قَتَلْنَا مَنْ فِي الْأَرْضِ هَلُمَّ فَلْنَقْتُلْ مَنْ فِي السَّمَاءِ. فَيَرْمُونَ بِنُشَّابِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ فَيَرُدُّ اللهُ عَلَيْهِمْ نُشَّابَهُمْ مَخْضُوبَةً دَمًا

“Kemudian mereka berjalan dan berakhir di gunung Khumar, yaitu salah satu gunung di Baitul Maqdis. Kemudian mereka berkata: “Kita telah membantai penduduk bumi, mari kita membantai penduduk langit.” Maka mereka melemparkan panah-panah dan tombak-tombak mereka ke langit. Maka Allah subhanahuwata’ala kembalikan panah dan tombak-tombak mereka dalam keadaan berlumuran darah.” (HR. Muslim dalam kitab Al-Fitan wa Asyrathus Sa’ah)

Yakni mereka mengira bahwa darah tersebut bukti kemenangan mereka melawan penduduk langit. Maka Allah subanauwata’ala binasakan seluruhnya pada saat puncak kesombongan mereka dalam waktu yang hampir bersamaan.

Binasanya Ya’juj dan Ma’juj dengan doa Nabi Isa ‘alaihissallam

Diriwayatkan dari An-Nawwas Ibni Sam’an dalam hadits yang panjang.

Di antaranya sebagai berikut:

إِذْ أَوْحَى اللهُ إِلَى عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لَا يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ وَيَبْعَثُ اللهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ وَيُحْصَرُ نَبِيُّ اللهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لِأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لِأَحَدِكُمُ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَيُرْسِلُ اللهُ عَلَيْهِمُ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ يَهْبِطُ نَبِيُّ اللهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى الْأَرْضِ فَلَا يَجِدُونَ فِي الْأَرْضِ مَوْضِعَ شِبْرٍ إِلَّا مَلَأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللهِ فَيُرْسِلُ اللهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللهُ مَطَرًا لَا يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ فَيَغْسِلُ الْأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلْأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ…

Ketika Allah subhanahuwata’ala mewahyukan kepada Isa ‘alaihissalam: Sesungguhnya aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada kemampuan bagi seorang pun untuk memeranginya. Maka biarkanlah mereka hamba-hamba-Ku menuju Thuur. Lalu Allah subhanahuwata’ala keluarkan Ya’juj wa Ma’juj dan mereka mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Kemudian mereka melewati danau Thabariyah1, dan meminum seluruh air yang ada padanya. Hingga ketika barisan paling belakang mereka sampai di danau tersebut mereka berkata: “Sungguh dahulu di sini masih ada airnya.” Ketika itu terkepunglah Nabiyullah Isa ‘alaihissallam dan para sahabatnya.

Hingga kepala sapi ketika itu lebih berharga untuk mereka daripada seratus dinar kalian sekarang ini. Maka Isa dan para sahabatnya berharap kepada Allah subhanahuwata’ala. Maka Allah subhanahuwata’ala pun mengirim sejenis ulat yang muncul di leher mereka. Maka pagi harinya mereka seluruhnya binasa menjadi bangkai-bangkai dalam waktu yang hampir bersamaan. Kemudian turunlah (dari gunung Thuur) Nabiyullah Isa dan para sahabatnya, maka tidak didapati satu jengkal pun tempat kecuali dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk mereka. Maka Nabi Isa ‘alaihissallam pun berharap (berdoa) kepada Allah subhanahuwata’ala. Maka Allah subhanahuwata’ala mengirimkan burung-burung yang lehernya seperti unta, membawa bangkai-bangkai mereka dan kemudian dilemparkan di tempat yang Allah subhanahuwata’ala kehendaki2. Kemudian Allah kirimkan hujan yang tidak menyisakan satu pun rumah maupun kemah, lalu membasahi bumi hingga menjadi licin. Kemudian dikatakan kepada bumi itu: ‘Tumbuhkanlah buahbuahanmu dan kembalilah berkahmu…” (HR. Muslim)

 

Wajib Beriman dengan berita Ya`juj wa Ma`juj

 

Berita tentang Ya`juj wa Ma`juj adalah berita dari Allah subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya, sehingga seorang muslim yang beriman wajib menerimanya. Bukankah ciri-ciri orang yang bertakwa adalah beriman kepada hal

ghaib yang dikabarkan oleh Allah subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya? Dan termasuk hal yang ghaib adalah apa yang akan terjadi pada akhir zaman, termasuk berita akan keluarnya Ya`juj wa Ma`juj? Namun sebagian kaum muslimin, khususnya kaum Mu’tazilah dan para rasionalis atau orang-orang yang terpengaruh oleh mereka, menolak berita-berita hadits yang -menurut anggapan mereka- tidak masuk akal. Mereka menganggap hadits-hadits tersebut hanya akan membuat orang lari dari Islam. Ketika mereka mendengarkan hadits-hadits tentang diangkatnya Nabi Isa ‘alaihissallam dalam keadaan hidup, akan turunnya beliau pada akhir zaman, berita tentang Dajjal – yang sudah ada wujudnya dalam keadaan terbelenggu- atau tentang Ya`juj wa Ma`juj yang masih beranak-pinak dan terus menerus berupaya untuk keluar dari benteng yang dibuat oleh Dzulqarnain, dan lain-lainnya. Mereka benar-benar gelisah, panas dadanya seraya berkata: “Untuk apa hadits-hadits seperti ini disampaikan. Hadits-hadits ini akan menjadikan manusia semakin jauh dari Islam.” Mereka melontarkan olok-olok, celaan, dan berbagai macam ucapan penolakan terhadap hadits-hadits tersebut. Keadaan mereka ini persis seperti yang dikatakan oleh para ulama tentang ahlul bid’ah:

Ahmad bin Sinan Al-Qaththan rahimahullahu berkata: ”Tidak ada di dunia ini seorang mubtadi’ (ahli bid’ah) pun kecuali akan membenci ahlil hadits. Jika seseorang mengada-adakan kebid’ahan niscaya akan dicabut kelezatan hadits dari hatinya.” (Aqidatussalaf wa Ashhabul Hadits hal. 300)

Abu Nashr bin Sallam Al-Faqih rahimahullahu berkata: “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dan lebih dibenci bagi orang-orang mulhid (sesat) daripada mendengarkan hadits dengan riwayat dan sanadnya.” (AqidatusSalaf Ashhabil Hadits hal. 302)

Penutup

Sebagai nasihat dan peringatan untuk kita dan seluruh kaum muslimin, kami nukilkan beberapa ucapan para ulama dalam masalah ini:

Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu menyatakan: “Barangsiapa yang menolak hadits Nabi salallahu’alaihiwassallam, maka dia berada di pinggir jurang kehancuran.” (Thabaqat Al-Hanabilah, 2/11 dan Al-Ibanah, 1/269; lihat Ta’zhimus Sunnah hal. 29)

A l – I m a m A l – B a r b a h a r i rahimahullahu menegaskan: “Jika engkau mendengar seseorang mencela riwayat-riwayat (yakni riwayat hadits yang shahih), menolaknya atau menginginkan selainnya, maka curigailah

keislamannya dan jangan ragu kalau dia adalah pengekor hawa nafsu, ahlul bid’ah.”(Syarhus Sunnah hal. 51)

Abul Qashim Al-Ashbahani rahimahullahu menerangkan: Ahlus Sunnah dari kalangan salaf berkata: “Barangsiapa mencerca riwayat-riwayat hadits, maka sepantasnya untuk dituduh keislamannya.” (Al-Hujjah fi Bayanil Mahajjah 2/248. Lihat Ta’zhimus Sunnah, hal. 29)

Al-Imam Az-Zuhri  –imamnya para imam pada zamannya- berkata: “Dari Allah subanahuwata’ala keterangannya, Rasulullah sallallahu’alaihiwassalam yang menyampaikannya, maka kewajiban kita adalah menerimanya.” (Aqidatus Salaf Ashhabil Hadits, hal. 249)

Beliau berkata juga: “Diriwayatkan dari salaf bahwa kaki Islam tidak akan kokoh, kecuali di atas fondasi at-taslim (yakni menerima dan tunduk pada seluruh ucapan Allah subhanahuwata’ala dan Rasul-Nya, pent.).” (Aqidatus Salaf Ashhabul Hadits hal. 200) Wallahu a’lam.

Catatan kaki:

1 Danau Tiberias/Galilea, terletak di wilayah pendudukan Yahudi, tepatnya di barat daya Dataran Tinggi Golan. Merupakan sumber air tawar bagi warga Yahudi-Israel.

2 Dalam riwayat lain, dilemparkan ke laut. (HR. Hakim dalam Mustadrak-nya, dan Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya)

Sumber : http://asysyariah.com/mengenal-yajuj-dan-majuj.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s