Cara Menenangkan Hati

Berikut ini adalah tehnik sederhana yang dapat anda latih untuk membantu agar anda dapat mulai bisa lebih memakai hati & perasaan dengan lebih baik lagi di saat kita berdoa :
Cobalah anda duduk dengan lebih santai, tulang punggung cukup lurus tanpa memaksakan diri, sambil menyentuh permukaan dada anda yang berada di bagian atas (kira-kira setinggi ketiak) dengan 1 atau beberapa jari tangan untuk mempermudah menstimulasi ketenangan di hati.
Jika anda cukup santai & bisa tersenyum dengan manis & lepas dalam keadaan seperti ini, maka anda secara alamiah akan mulai bisa merasakan getaran ketenangan yang perlahan-lahan muncul dari sekitar titik yang anda sentuh tersebut
Ketenangan tersebut akan otomatis menjadi semakin kuat jika anda dapat menjadi semakin santai & anda membiarkan perasaan hati anda untuk semakin menikmati ketenangan tersebut, tidak dengan cara memaksakan diri untuk berkonsentrasi, melainkan hanya untuk menjadi semakin santai & memakai perasaan saja.
Dengan niat saja, sekarang tersenyumlah dengan lebih manis lagi untuk hati anda, untuk ketenangan yang anda rasakan di hati anda, agar anda dapat semakin menikmati perasaan tenang & damai di hati anda dengan lebih dalam lagi.
Dari hati anda yang sudah mulai tenang, pasrahkan semua beban, pikiran, hambatan, batasan, jiwa, hati & seluruh diri anda seutuh-utuhnya kepada Dia Yang Maha Pengasih & sadarilah bahwa anda sedang dikasihi olehNYA dengan seutuh-utuhnya. Sambil menyadari hal tersebut di atas, biarkan hati anda dapat menjadi semakin kuat lagi untuk terhubung & mengarah kepadaNYA dengan lebih baik lagi (sebelum melangkah ke tahap berikutnya, silahkan anda ulang-ulang terlebih dahulu langkah awal sampai dengan point ini agar anda dapat benar-benar bisa mulai merasakan ketenangan di hati anda)
Dalam keadaan hati yang sudah semakin tenang ini, silahkan anda mulai berdoa untuk memohon agar emosi-emosi negatif di hati anda beserta semua sampah-sampahnya supaya dibersihkan & dikeluarkan dari hati anda untuk digantikan dengan cahaya & kasih sayangNYA seutuh-utuhnya. (Contoh kalimat doa yang bisa anda pakai untuk latihan ini dapat anda lihat di halaman Doa Buka Hati )
Apapun reaksi pembersihan yang terjadi saat anda berdoa seperti ini, pasrahkan saja semuanya kepada TUHAN & yakinlah bahwa DIA pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk anda, karena hanya DIA-lah Yang Maha Pengasih & Maha Bijaksana di atas segala-galanya.

Doa Buka Hati

Materi atau kalimat yang bisa anda pakai dalam berdoa untuk lebih membuka hati anda kepada Tuhan sebenarnya adalah bebas, menurut kebiasaan anda dalam berdoa sehari-hari sesuai dengan agama & kepercayaan anda masing-masing. Cuma dalam hal ini untuk membantu mempermudah memberikan gambaran kepada anda tentang materi atau isi doa anda, maka ada beberapa hal yang harusnya di jadikan point utama dalam doa anda tersebut, yaitu:

1. Awali doa anda dengan mengucapkan rasa syukur atas semua anugrah Tuhan yang sudah & akan diberikan kepada anda.
2. Memohon bantuan & bimbingan dari Tuhan agar dapat selalu berdoa dengan sepenuh hati & perasaan
3. Berdoa agar semua emosi-emosi negatif di hati anda supaya dibersihkan & dikeluarkan dari hati (setiap emosi negatif di sebut satu persatu dan didoakan secara khusus satu persatu pula)
4. Memaafkan kesalahan orang lain & berdoa agar semua hal-hal /emosi negatif yang diakibatkan oleh kesalahan orang lain supaya dibersihkan & dikeluarkan dari hati.
5. Memohon ampun atas semua kesalahan kita sendiri beserta semua akibat-akibat negatif yang diakibatkan oleh kesalahan-kesalahan tersebut.
6. Mengakhiri doa dengan pujian & rasa syukur kepada Tuhan.

Tambahan

Mengenali Emosi Diri

Salah satu aspek kepribadian yang selalu mewarnai suasana hati kita yaitu emosi atau perasaan. Suasa-na hati yang ditandai dengan perasaan positif (senang) dan perasaan negatif (tidak senang) dengan variasi pera-sa¬an yang beraneka macam ini, mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku manusia.
Dalam setiap tingkah laku kita, selalu diwarnai dan diikuti oleh suasana hati tersebut. Seperti ketika sa-rap¬an pagi, meski hanya dengan lauk tempe dan sambal, terasa enak dan nikmat karena dilayani dan ditemani oleh orang tua. Sebaliknya, meski dengan rawon yang sebenarnya makanan favorit kita, tetapi kita tidak bisa me-nik¬mati makanan tersebut sebab sedang sedih diputus pacar.
Menurut Patton (1997), emosi merupakan suatu kekuatan yang bisa berpengaruh positif maupun ne¬gative. Kekuatan emosi mempunyai nilai positif seperti dalam memberi semangat, motivasi, optimisme, bangga puas dan sebagainya. Dengan kekuatan perasaan tersebut maka dapat berhasil dalam menyelesaikan tugas. Se-ba¬liknya emosi juga bias berpengaruh negative, misalnya karena tidak dapat mengendalikan rasa marah dan jeng-kel, maka dapat mengacau suasana kerja, rasa putus asa mendorong orang untuk tidak menyelesaikan tugas.
Bagaimana agar emosi bisa memberi kekuatan yang positif bagi kita ? Kata Plato, emosi itu memang ha-rus dijaga. Sehingga kekuatannya dapat dimanfaatkan ke arah yang positif. Emosi yang terkendali, merupakan kun¬¬ci menuju keadaan kesejahteraan emosi individu maupun kesejahteraan emosi social.
Agar dapat mengendalikan emosi, maka pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali emosi diri. Aspek yang perlu dikenali meliputi jenis perasaan yang sedang dialami maupun kualitas atau kadarnya. Menge¬nali emosi diri dapat kita lakukan dengan mencoba melihat diri sendiri atau introspeksi terhadap kejadian atau pengalaman sehari-hari. Dalam suatu peristiwa, kita tanyakan pada diri sendiri “apa yang saya rasakan?”. Kita mencoba mengidentifikasi dan mendiskripsikan perasaan yang kita alami tersebut.
Perasaan atau suasana hati, sebenarnya hanya dibedakan dengan dua kondisi yang ekstrim, yaitu merasa senang dan merasa tidak senang. Namun dua suasana hati tersebut dapat diungkapkan dengan label perasaan yang bermacam-macam. Macam-macam perasaan tersebut seperti: senang, bahagia, gembira, suka, cita, cinta, sayang, kasih, empati, simpati, social, percaya diri, bangga, duka, lara, sedih, kecewa, putus asa, iri, deng¬ki, marah dan sebagainya.
Kadar atau kualitas emosi, dapat dilihat dari seberapa seseorang dikuasai oleh suasana hatinya. Se¬se-orang yang lebih dikuasai oleh suasana hati, dapat dikatakan kadar emosinya tinggi atau emosian. Masalah kecil, bisa menyebabkan kemarahan yang meledak-ledak. Sementara kadar emosi yang sedang, menjadikan orang cukup stabil dalam memberikan respon emosi atas stimulus yang dapat. Respon emosi disampaikan secara tepat baik dalam hal jenis, waktu maupun tempatnya. Sedang kadar emosi yang rendah, menyebabkan seseorang men¬-ja¬di cuek, kurang peka terhadap stimulus yang datang. Kondisi lingkungan tidak mudah mempengaruhi sua¬sa¬¬na hatinya, sehingga terkesan dingin, tidak peduli, tidak mau tahu orang lain.

Telah dimuat pada Majalah Kampus UM, KOMUNIKASI Nomor 250 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s