Ada yang Gaib Dibalik Semua yang Lahiriah

‘ada yang gaib (yang tak nampak mata) dibalik yang lahiriah (yang nampak mata)’, adalah salah satu ‘password’ untuk masuk ke dunia ilmu yang bisa membaca konsep kebenaran yang dideskripsikan agama.

Sebab itu ateis materialist yang secara prinsipil tidak memahami adanya yang abstrak-gaib dibalik yang lahiriah maka memang akan kesulitan untuk memahami konsep kebenaran agama,sehingga karena ketidak fahamannya itulah agama sering distigmakan sebagai ‘hanya ajaran moral’ atau bahkan ‘ilusi manusiawi’,’sesuatu yang tak berdasar ilmu’ dlsb.stigma yang bersifat negative.

‘ada yang gaib (yang tak nampak mata) yang mengendalikan yang lahiriah (yang nampak mata) adalah salah satu password untuk memahami mekanisme realitas keseluruhan yang di  deskripsikan oleh agama.

Sebab itu ateis-materialist yang secara prinsipil tidak memahami adanya yang abstrak-gaib yang mengendalikan yang lahiriah sulit untuk memahami adanya mekanisme yang bersifat abstrak-gaib dibalik seluruh realitas yang bersifat lahiriah.

Sebenarnya sangat mudah untuk memahami konsep ‘ada yang abstrak-gaib dibalik yang lahiriah’ ini,bahkan anak S.D sekalipun bisa menangkapnya,misal : ada pembuat kursi (yang abstrak) dibalik kursi yang nampak mata secara langsung,ada pembuat jam (yang abstrak) dibalik desain mekanisme jam,ada pikiran (yang abstrak)  dibalik semua tindakan lahiriah manusia.nah setelah mereka akil baligh mudah bagi mereka untuk memahami konsep yang lebih tinggi misal adanya sang desainer (yang abstrak-gaib) dibalik seluruh ketertataan yang ada di alam semesta.

(tetapi sayang ketika manusia sudah menjadi pemikir,ilmuwan terkadang mereka lebih suka berselancar di dunia pemikiran bebas spekulatif yang berputar putar tanpa ujung daripada mencerna logika yang sangat sederhana tetapi sangat mendasar itu.)

Bagaimana memahami adanya yang abstrak-gaib dibalik yang lahiriah itu dan bagaimana memahami bahwa yang gaib itu mengendalikan yang lahiriah itu ada syaratnya tersendiri yaitu harus ‘BERMATA DUA’….tentu anda bertanya apa maksudnya ‘bermata dua’ dan apa yang dimaksud ‘bermata satu’ ?

‘bermata dua’ artinya memiliki mata batin-mata akal-mata hati-mata spirit disamping mata laniriah-mata jasmani dan bisa memahami bahwa realitas itu terdiri dari dua dimensi : yang lahiriah (yang nampak mata) dan yang abstrak (yang tidak nampak mata).

Sedang ‘bermata satu’ artinya tidak memiliki mata batin-mata spirit disamping mata jasmani, dan secara prinsipil ia beranggapan bahwa realitas hanyalah segala suatu yang bisa ditangkap oleh pengalaman dunia inderawi, dan semua temuan sains (ilmu dunia materi) selalu dimuara kan kepada rumusan rumusan yang bisa ditangkap dan difahami oleh pengalaman dunia inderawi, artinya ia tidak bisa menangkap rumusan yang bersifat abstrak yang diluar pengalaman dunia indera langsung dibalik temuan sains yang bagaimanapun.

Sebab itu karakter orang beriman adalah memahami yang abstrak-gaib dibalik yang bersifat lahiriah sebaliknya karakter materialist adalah tidak memahami adanya yang abstrak-gaib dibalik yang bersifat lahiriah.sehingga orang beriman bisa melihat dan memahami realitas (‘ada’) lahiriah dan realitas (‘ada’) abstrak-gaib secara berimbang.

Apa yang gaib yang berada dibalik yang lahiriah,dan bagaimana cara membaca yang gaib yang berada dibalik yang lahiriah itu secara prinsipil tidak bisa dibuat oleh manusia itu sendiri karena harus dibuat oleh yang maha gaib itu sendiri,artinya realitas dunia gaib hanya bisa dideskripsikan oleh Tuhan tak bisa diraba atau dikira kira oleh fikiran manusia.inilah landasan dasar memahami eksistensi adanya agama Ilahi-para nabi-Rasul dan kitab suci,yaitu memberitahukan ‘ada’ yang abstrak-gaib bagi indera manusia.

Semakin ilmu dunia materi (sains) berkembang maju maka selalu ada efek positif – negatifnya,salah satu efek negatifnya adalah  pandangan manusia terhadap yang abstrak-gaib semakin kabur-samar,seolah semua ingin dan harus dihadirkan melalui fakta bukti empirik untuk disebut ‘kebenaran ilmiah’, dan kebenaran empirik kemudian menjadi parameter utama kebenaran,dimana yang tidak bisa dihadirkan melalui tangkapan dunia indera secara langsung hanya dianggap ‘wacana metafisik’ semata bukan dianggap kebenaran ilmiah.

Artinya saat ini sepertinya definisi ‘kebenaran ilmiah’ sudah parallel dengan segala suatu yang berhubungan atau memiliki fakta bukti empirik langsung,dan ini menunjukkan dominasi kekuatan sudut pandang materialist ‘bermata satu’ didunia ini.

Tetapi dibalik dominasi kacamata sudut pandang materialist atau ‘dajjal’ menurut bahasa para nabi ini tersembunyi (mungkin minoritas yang tak mendominasi) kacamata sudut pandang orang beriman yang ‘bermata dua’ yang tetap bisa melihat hal atau dunia lahiriah dan dunia abstrak-gaib secara berimbang.

Kacamata sudut pandang materialist ini memproduksi berbagai konsep-gagasan-ideologi-mazhab pemikiran-isme yang semua berkarakter materialistik-dalam segala suatu bertumpu hanya pada dunia yang nampak mata-yang tertangkap oleh pengalaman inderawi.

Dan yang kini sedang terjadi yang menjadi ciri khas akhir zaman menjelang berakhirnya adalah perang konsep-perang pemikiran-perang gagasan antara produk kacamata sudut pandang materialist vs konsep yang berasal dari agama,sebuah perang abstrak yang dahsyat yang akan diakhiri oleh turunnya nabi Isa al masih A.S ke dunia untuk ‘membunuh dominasi kekuatan sang dajjal’ dan mengangkat kembali kejayaan agama Ilahi (konsep kebenaran Ilahi)  di dunia.

(Demikianlah scenario akhir zaman…………………)

Sumber: http://filsafat.kompasiana.com/2013/04/08/ada-yang-gaib-dibalik-semua-yang-lahiriah-544206.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s