Al Kibr, takkab dan istikbar, memiliki makna yang berdekatam. Al Kibr dialih bahasakan sebagai sombong , yang merupakan suatu keadaan yang khusus bagi manusia karena ujub (bangga) dengan dirinya. Dan menganggap dirinya lebih besar daripada lainnya. Jadi dapat dikatakan bahawa Al Kibr, adalah merasa dirinya lebih baik dan disertai dengan merendahkan atau meremehkan orang lain.

Sedangkan pengertian ujub, adalah merasa dirinya itu baik (berbangga diri), namun tidak disertai dengan merendahkan/ mengejek orang lain.
Rasulullah juga mendifinisikan sifat sombong, sebagaimana sabdanya, yang artinya ,” Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia “. (Hr Muslim).
Jadi merasa sombong adalah orang yang menganggap dirinya itu besar. Dan tidak ada orang bersifat demikian, kecuali meyakini bahwa dirinya mempunyai satu sifat dari sifat-sifat kesempurnaan yang akan melebihkan dirinya daripada orang lain.

Virus kesombongan bisa cepat masuk kepada kaum alim atau para ahli ilmu yang tidak mau memberikan cahaya taufik dari ilmu itu kepada lainnya. Sehingga ia merasa dirinya lebih besar dan akhirnya meremehkan manusia lainnya. Dia memanadang dirinya lebih utama di sisi Allah daripada orang lain, ia lebih mengkhawatirkan keselamatan mereka daripada keselamatan dirinya sendiri. Dia mengharapkan lebih banyak untuk dirinya sendiri daripada apa yang ia harapkan untukmereka.

Adapun keburukan dari sifat sombong adalah :

  1. 1.      Batharulhaqqi (menolak kebenaran),

Seungguhnya orang yang telah mendengarkan kebenaran dari seorang hamba diantara hamba-hamba Allah dan dia menyombongkan diri dari menerimanya , atau bahkan mengingkarinya, maka hal itu tidaklah terjadi kecuali karena congkak, kesombongan dan merendahkan yang lainnya. Dia enggan untuk mengakuinya, ini merupakan inti akhlak hamba yang tidak beriman. Sebagaimana firman-Nya , yang artinya ,” Dan apabila dikatakan kepadanya ,” bertaqwalah kepada Allah “!. Maka bangkitlah kesombongannya yang menyebabkanny berbuat dosa ,” (Qs. Al-Baqarah : 206).

  1. 2.      Merendahkan orang lain

Yaitu menganggap orang lain lebih rendah dan lebih hina. Setiap orang yang melihat dirinya lebih baik daripada orang lain bahkan merendahkannya, maka ia benar-benar sombong dan menantang Allah SWT.

Pada hakekatnya kesombongan adalah tidak melihat hak orang lain yang harus diberikannya. Dai hanya melihat hak-haknya yang harus dilakukan oleh manusia lainnya. Dia tidak melihat kebaikan orang lain atas dirinya namun ia hanya melihat kebaikan nya sendiri atas mereka (orang lain).
Hendaklah seorang hamba menghentikan kemarahan dan kesombongan, sehingga ia dapat mengatasi semua belenggu hatinya . Orang yang tidak lagi terikat pada batin dan jasmani, yang telah bebas dari nafsu-nafsu, tak akan menderita lagi.

Tanda-tanda kesombongan itu sangat banyak. Misalnya , seseorang yang diliputi kesombongan tidak akan mampu mencintai saudaranya seiman sebagaimana ia mencintai untuk dirinya sendiri. Tidak akan mampu bertawadhu’, tidak akan mampu meninggalkan hasad, sulit untuk berkata jujur, dan tidak dapat meninggalkan amarah ataupun menahannya.

Jika kita menginginkan bertambah nilai diri dan derajad maka hendaknya kita berlemah lembut, merendahkan diri, dan meninggalkan kesombongan serta berbangga diri.

Sebagaimana Allah berfirman, yang artinya ,” Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (adalah) orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati “, (Qs. Al-Furqan : 63).

 

Sebagaimana Rasulullah bersabda, yang artinya ,” Tidaklah seseorang diberi tambahan ampunan oleh Allah, kecuali kemuliaanya akan bertambah. Dan tidaklah seseorang bertawadhu’ kepada Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajadnya ,” (Hr Muslim).

 

Dari Iyadl bin Himar ra, ia berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda, yang artinya ,” Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku, bahwa hendaklah kalian saling merendahkan diri sehingga seseorang tidak membanggakan diri terhadap orang lain dan tidak menganiaya orang lain ,” (Hr Muslim).

 Allahu a’lam.
Sumber : dari beberapa sumber bacaan.

Definisi Sombong/Kibr

Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi was sallam kepada istri-istri beliau dan seluruh sahabatnya Ridwanullah alaihim ajma’in.

Sombong merupakan sifat yang amat tercela dalam islam. Bahkan iblislah yang menunjukkan sikap ini pertama kali di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah (sujud dalam rangka penghormatan dan pemuliaan)[1] kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Namun ia enggan dan sombong. Dia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. (QS. Al Baqoroh [2] : 34).

Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairiy mengatakan,

“Makna (اسْتَكْبَر) maknanya adalah memandang agung diri sendiri sehingga hal ini menghalingi iblis untuk sujud kepada Adam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan melahirkan sifat hasad kepada Adam”[2].

[Defenisi Sombong Menurut Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda sebagaimana yang dicantumkan Imam Muslim dalam kitab Shohihnya,

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ دِينَارٍ جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى بْنِ حَمَّادٍ – قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِى يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ – أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبَانَ بْنِ تَغْلِبَ عَنْ فُضَيْلٍ الْفُقَيْمِىِّ عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِىِّ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ ». قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ « إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ ».

Muhammad bin Al Mutsannaa, Muhammad bin Basyaar dan Ibrohim bin Diinar  telah mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Hammad – Ibnu Mustannaa mengatakan, Yahya bin Hammaad telah mengabarkan kepadaku – Syu’bah Telah mengabarkan kepada kami dari Abaana bin Taghlib dari Fudhail al Fuqoimiiy dari Ibrohim An Nakho’ii dari ‘Alqomah dai ‘Abdullah bin Mas’ud dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Beliau bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang pada hatinya ada secercah kesombongan”. Kemudian salah seorang laki-laki mengatakan, “Sesunggunhnya ada seorang laki-laki yang suka memakai pakaian yang bagus dan sandal yang bagus pula (apakah ini termasuk keseombongan wahai Nabi) ?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan, “Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Indah dan Dia menyukai keindahan, (yang dimaksud dengan sombong adalah) menolak kebenaran dan merendahkan manusia”[3].

Kesombongan di dalam hati dapat saja berupa kesombongan dari menerima kebenaran dan benci pada kebenaran maka kesombongan yang menjadikan pemiliknya kafir dan kekal dalam neraka. Hal ini berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla,

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

“Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran yang merupakan kebenaran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka”. (QS. Muhammad [47] : 9).

Dan tidaklah dihapuskan seluruh amal seseorang melainkan ia telah kafir terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ,

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al Baqoroh [2] : 217).

Adapun jika kesombongan itu berkaitan dengan manusia lainnya dan merasa lebih mulia dibanding orang lain serta tidak merasa enggan/sombong dari penghambaan kepada Allah maka kesombongan yang semisal ini tidaklah menyebabkan pelakunya tidak dapat memasuki surga selamanya. Melainkan ia harus menerima adzab/siksa dari perbuatannya tersebut jika telah bersih maka ia akan memasuki surga.

Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengutarakan hadits di atas ada seorang laki-laku yang bertanya, “Wahai Rosulullah ada seorang laki-laki yang suka memakai baju dan sandal yang bagus apakah hal ini termasuk kesombongan ?” Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan, “Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Indah dan Mencintai keindahan”. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Indah secara dzatiyah, fi’liyah (perbuatan) dan shifatiyah. Maka setiap yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah indah dan tidak hina.

Maksud dai hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam () Allah adalah Dzat yang mencintai keindahan adalah Allah Azza wa Jalla menyukai seorang hamba yang memperindah pakaiannya, sendalnya dan badannya serta seluruh bagian dirinya. Karena keindahan adalah sesuatu yang memikat/disukai hati manusia dan manusia tidak menyukai kebalikannya[4].

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian agar kita terhindar darinya.

Sigambal,

Menjelang Berangkat Kerja,

09 Shafar 1433 H/ 03 Januari 2012 M

Aditya Budiman bin Usman


[1] Lihat Tafsir Jalalin oleh Jalaluddin Al Mahalliy dan Jalaluddin As Suyuthiy dengan tahqiq Shofiyurrohman Al Mubarokfuriy hal. 15 terbitan Darus Salam, Riyadh, KSA.

[2] Lihat Aytsarut Tafaasiir oleh Abu Bakr Jabir Al Jazairiy hal. 35 terbitan Maktabah Al ‘Uluw wal Hikaam, Madinah, KSA.

[3] HR. Muslim no. 91 dan Abu Dawud 4091.

[4] Penjelasan Hadits di atas kami sarikan dari kitab Syarh Riyadhus Sholihin oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin hal. 402/II terbitan Darul Aqidah, Kairo, Mesir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s