Ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin

Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’du

Tradisi di Indonesia saat merayakan Iedul Fitri adalah saling memberikan ucapan selamat. Banyak orang mengucap atau menuliskan Minal Aidin Wal Faizin, yang biasanya orang mengucapkan ini dengan maksud minta maaf lahir batin karena mengira artinya demikian.

Kata minal aidin wal faizin itu sebenarnya sebuah ungkapan harapan atau doa. Lafadz lengkapnya adalah Ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin, artinya Semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang).

Ungkapan ini sama sekali tidak bersumber dari sunnah nabi, melainkan merupakan ‘urf (kebiasaan) yang ada di suatu masyarakat. Makna yang terkandung di dalamnya sebuah harapan agar Ramadhan yang telah kita jalani benar-benar bernilai iman dan ihtisab, sehingga kita saling mendoakan agar dikembalikan kepada kesucian, dalam arti bersih dari dosa-dosa.

Kembali seperti awal mula kita dilahirkan oleh ibu kita masing-masing, putih, bersih tanpa dosa. Itulah makna kembali (aidin). Sedangkan makna faizin adalah menjadi orang yang menang atau beruntung. Menang karena berhasil mengalahkan hawa nafsu, sedangkan beruntung karena mendapatkan pahala yang berkali lipat dan dihapus semua dosa.

Yang layak menerima lafadz itu hanyalah orang-orang sukses dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan dengan benar. Sedangkan mereka yang lalai, meninggalkan puasa atau tidak merasakan nikmat ibadah di bulan Ramadhan, rasanya kurang pas mendapatkan ungkapan lafadz itu.

Di setiap negeri muslim, ungkapan-ungkapan ini bisa saja sangat berbeda, tergantung kreatifitas masyarakatnya sendiri.

Namun bila tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bukan berarti memberikan ucapan yang semikian menjadi terlarang atau haram. Sebab umumnya para ulama mengatakan bahwa masalah ini tidak termasuk perkara ritual ubudiyah, sehingga tidak ada larangan untuk mengungkapkan perasaan dengan gaya bahasa kita masing-masing.

Kira-kira sama halnya dengan corak model pakaian yang kita kenakan sehari-hari. Tiap negeri muslim pasti punya corak dan model yang berbeda dengan yang lainnya. Dan keberagaman itu tidak mencerminkan derajat ketaqwaan dan keiltizaman mereka terhadap sunnah nabi. Sebab masalah corak dan potongan busana tidaklah merupakan ketetapan baku dalam syariat Islam.
Bahwa Rasulullah SAW diriwayatkan pernah mengenakan pakaian dengan model potongan tertentu, tidaklah sampai kepada kesimpulan bahwa yang tidak berpakaian dengan model potongan beliau menjadi ahli bid’ah.

Tradisi bersalam-salaman memang tidak ada perintah secara khusus untuk dilakukan pada hari raya fithri. Namun secara umum, bila dua orang muslim bertemu, bersalaman adalah hal yang dianjurkan. Jadi ketika kita berkunjung ke rumah teman atau famili, tentu saja ketika bertemu kita umumnya melakukan salaman.

Dari Al-Barra’ bin ‘Azib ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Bila dua orang muslim bertemu lalu mereka saling bersalaman dan memuji Allah SWT serta meminta ampun kepada-Nya, maka keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah.(HR Abu Daud)

Dari Anas bin Malik ra. berkata bahwa para shahabat nabi SAW bila bertemu, mereka saling bersalaman. Dan bila datang dari perjalanan mereka saling berpelukan.

Dan itu saja sudah cukup, tidak perlu lagi mengadakan upacara khusus untuk bersalaman hingga membuat ular yang panjang. Sebab memang tidak ada perintah secara khusus untuk melakukannya. Dan kalaupun masih ingin bersalaman agar bisa rata pada setiap orang, tidak harus dilakukan dalam kesempatan lebaran saja. Sebab anjuran untuk bersalaman tidak terkait
dengan suasana lebaran saja, melainkan dalam setiap kesempatan.

Wallahu a’lam bish-shawab, Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Ahmad Sarwat, Lc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s