Dimana Allah?

Geli, membaca sebuah alamat pada sepucuk surat yang dikirimkan oleh seseorang dengan indentitas (majhul) “noname”. Betapa tidak, pasalnya alamat yang dituju oleh pengirim adalah “Kepada Tuhan Yang Maha Esa” dan di baris kedua ditulis alamat “di Tempat (Dimana pun Engkau Berada)”.

Seorang tukang pos profesional pun mungkin tidak akan bisa mengirimkan sepucuk surat yang beralamatkan seperti itu pikirku dalam benak. Tapi tidak, bagi seorang tukang pos yang sangat mengenal -sangat dekat- dengan Allah.

Surat itu, oleh tukang pos disampaikan ke sebuah mesjid yang pengurusnya dianggap mampu untuk menjawab surat itu nantinya.

Kalau boleh, surat itu dibuka sebelum sampai kepada penerimanya dan kemudian dibaca, apa gerangan isi surat itu?

Tetapi, jelas bagi saya bahkan bagi seorang petugas pos pun yang mempunyai wewenang untuk mengurusi pengantaran surat tidak berhak dan tidak boleh membuka isi surat itu.

Saya tidak dapat menebak secara pasti apa isi surat itu. Yang jelas, penulis surat ingin menyampaikan berita perihal keberadaan dan keadaan kondisinya saat itu. Mungkin juga perihal keluh kesah yang ingin disampaikannya.

Melihat nama yang dituju adalah “Tuhan”, tebakanku tidak lain isinya tentang keluh kesah atau permohonan yang dimintanya.

Mungkin pengirim surat sedang kebingungan mencari Tuhannya, bahkan tidak tahu dimana alamatnya sehingga surat yang dikirmkan tidak jelas tujuan alamatnya.

Jawabnya: “… Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Hadid : 4) “

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s