Bedah Desain: Website Portfolio & Penerapannya

Oleh: Richard Fang

2 March 2010

bedah_desain_website_portfolio

Website portfolio adalah suatu keharusan bagi semua desainer (baik yang freelance atau yang fulltime bekerja dengan orang lain). Maka dari itu, kali ini kita akan membahas beberapa elemen yang biasanya digunakan ketika mendesain website portfolio.

 

Inti dan tujuan dari website portfolio adalah untuk menunjukan hasil kerja/karya desain kita. Dengan begitu calon klien bisa melihat kemampuan kita dan jika cocok maka dia akan menggunakan jasa kita sebagai desainer. Hal lain yang juga penting adalah website portfolio harus mempunyai karakter tersendiri untuk membedakan website kita dari website portfolio lain.

Berikut adalah beberapa elemen yang saya pelajari dari website portfolio yang ada di luar sana.

1. Portfolio Berada di Halaman Depan

Ini sudah hampir menjadi template pada semua website portfolio dan memang cara ini sangat efektif. Apa yang kita harapkan kalau kita melihat web portfolio? tentu saja hasil karya desainernya kan?

bedah_portfolio_hasilkarya

Selain memudahkan pengunjung (dapat langsung ke inti website), elemen ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk mengeksplor lebih jauh ke halaman lain di website kita, terlebih jika hasil karya nya sangat unik, menarik atau klien nya merupakan klien besar.

bedah_portfolio_hasilkarya2

2. Presentasi Portfolio

Setelah melihat karya di Homepage, maka kita akan masuk ke detil tentang karya tersebut. Nah, bagian ini yang biasanya sering di lewatkan oleh kebanyakan desainer. Kita terbiasa hanya menyertakan screenshot, nama projek dan link ke website yang bersangkutan.

Seharusnya kita bisa menjelaskan lebih detil mengenai karya/projek tersebut. Dengan begitu pengunjung mempunyai nilai tambah terhadap kita, tidak hanya sebatas desainer visual saja. Kita bisa menulis beberapa paragraf tentang proses desain, konsep, masukan dari klien yang kita gunakan di desain kita, mengapa kita menggunakan desain dengan gaya tertentu dan lainnya.

bedah_portfolio_detilkarya

Atau yang lebih menarik adalah kita bisa menceritakan seberapa efektif desain yang kita buat itu, misalnya, dalam 6 bulan website klien tersebut bisa mendapatkan 500.000 pengguna baru di karenakan kita menggunakan Sign Up form terselebung (coba dulu baru daftar). Saya yakin hal tersebut akan lebih informatif dan berguna bagi pengunjung atau calon klien kita.

bedah_portfolio_detilkarya2

3. Kalimat Pembuka yang Menarik

Kita biasa menyebutnya Tagline. Kalimat yang menarik bisa menjadi cerminan pribadi kita di dunia maya ini. Terlebih jika kalimat tersebut bisa menjadi semacam slogan bagi kita. Maka secara tidak langsung pengunjung akan mengingat kalimat tersebut dan otomatis mengingat website kita.

bedah_portfolio_tagline

bedah_portfolio_tagline2

Walaupun elemen ini bersifat opsional, tetapi akan lebih bagus dan efektif jika kita meluangkan waktu memikirkan Tagline yang tepat untuk website portfolio kita sendiri.

4. Foto/Ilustrasi yang Menarik Perhatian

Gambar bisa menceritakan lebih banyak daripada kata-kata. Dan bila di sandingkan dengan kalimat pembuka (tagline) yang menarik maka kombinasi tersebut tidak akan terkalahkan.

Kita memang harus belajar sedikit bermetafora untuk mendapatkan hasil yang efektif. Tetapi percayalah jika kita bisa menggunakan cara ini maka website portfolio kita akan berhasil mendatangkan klien baru.

bedah_portfolio_imaji

bedah_portfolio_imaji2

5. Posting Terbaru dari Blog

Bagi desainer yang suka menulis artikel atau senang membagikan pemikirannya pada orang lain, bisa menggunakan cara ini. Selain fungsi blog/artikel yang bisa membangun komunitas, kita juga secara bersamaan membangun personal brand. Menurut saya salah satu cara membangun personal brand adalah melalui konten pemikiran kita (yang biasanya di tuangkan dalam bentuk tulisan).

bedah_portfolio_blogs

Bingung mau menulis topik apa? Coba gunakan beberapa ide simpel ini. Walaupun kamu merasa diri kamu murni desainer visual, ayo luangkan waktu untuk belajar menulis dan menuangkan kata-kata :)

bedah_portfolio_blogs2

6. Profil Pribadi / Studio

Halaman ini merupakan halaman terpenting kedua setelah portfolio. Harus dengan jelas dan jujur mendeskripsikan diri sendiri. Alasannya adalah alasan klasik, bagaimana klien mau berbisnis dengan seseorang yang identitasnya tidak jelas?

Coba ceritakan sedikit background pendidikan, pekerjaan sehari-hari, tinggal di kota mana (jika keberatan memberikan alamat lengkap) dan hal unik lain yang ada di diri kamu (misalnya, suka mengoleksi action figure dll). Intinya buatlah halaman About ini se-personal mungkin, karena ini merupakan “kartunama” kamu di dunia maya.

bedah_portfolio_about

7. Informasi Kontak yang Jelas

Kalau pengunjung sudah sampai ke halaman ini, maka bisa di pastikan mereka sudah 75% tertarik dengan kamu. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini. Buatlah semudah dan seinformatif mungkin jika pengunjung mau menghubungi kita, baik itu hanya untuk berkenalan atau mau bekerjasama dalam suatu projek.

Tidak ada salahnya menyertakan alamat email, nomor handphone (jika tidak keberatan) dan alamat kantor/rumah. Ini untuk alasan kenyamanan bila klien bekerjasama dengan kita nantinya.

bedah_portfolio_kontak

Salah satu trik yang saya anggap efektif adalah dengan menggunakan form yang bisa di pilih (mau berkenalan saja, mau memberikan projek atau memberikan saran). Cara ini akan memudahkan kita, karena masing-masing pilihan mempunyai subjek yang spesifik yang bisa kita pisahkan inbox emailnya (contoh, untuk berkenalan 1 inbox sendiri, untuk projek 1 inbox sendiri). Jadi kita tidak menerima berbagai macam email di 1 inbox.

bedah_portfolio_kontak2

8. Detail Harga

Ini masih menjadi perdebatan apakah etis untuk disertakan pada suatu website portfolio. Kalau menurut saya sah-sah saja, tergantung kepada masing-masing pribadi dan tipe bisnis yang kita jalankan.

Kelebihannya adalah kita tidak akan capai menjawab pertanyaan calon klien tentang harga (yang terkadang tidak berlanjut karena mungkin terlalu mahal). Dengan adanya informasi ini maka kita dapat sedikit memastikan bahwa kalau ada email dari klien baru maka kemungkinan dia akan menjadi klien kita.

bedah_portfolio_harga

Kalau masih ingin memberikan detil harga tetapi tidak secara langsung, kita bisa menggunakan kisaran harga, misalnya Rp.1juta – Rp.4juta atau Mulai dari Rp.3juta. Jadi tidak ada harga yang pasti, karena memang setiap projek mempunyai keunikan tersendiri.

9. Informasi Ketersediaan Menerima Projek Baru

Hal ini lumayan penting bagi para freelancer fulltime atau parttime. Calon klien jadi tahu kita available atau tidak pada waktu dia ingin menghubungi kita. Ini akan mempermudah kita dan klien. Jangan sampai sudah berdiskusi panjang lebar tapi ternyata waktu kita tidak ada yang kosong untuk menerima projek baru.

bedah_portfolio_available

10. Testimonial

Sama seperti kita berjualan di Kaskus misalnya, testimonial memegang peranan yang penting. Jika tidak ada testimonial maka calon klien akan sedikit berspekulasi jika bekerjasama dengan kita. Mungkin klien hanya melihat dari portfolio kita yang “wah” saja.

bedah_portfolio_testi

Dengan adanya testimonial (apalagi dari nama yang lumayan terkenal), calon klien baru akan lebih yakin dengan kita. Jadi, jangan lupa meminta testimonial dari klien yang kita anggap mempunyai nama dan projek nya menarik :)

Kesimpulan

Elemen dan cara-cara di atas adalah elemen umum dalam desain website portfolio. Kita bisa menggunakan semuanya atau hanya beberapa saja. Yang pasti hasil kerja/karya kita, siapa kita dan kemudahan dalam menghubungi kita memegang peranan penting pada website jenis ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s